Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.102.1
Konten dari Pengguna
Tokoh Rawa Pening dalam Legenda Baru Klinting
23 April 2025 14:30 WIB
·
waktu baca 2 menitTulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Tokoh Rawa Pening dalam legenda Indonesia yaitu Baru Klinting, yang merupakan seorang anak yang dikucilkan oleh penduduk desa, sehingga dari hal tersebut, terjadi adanya banjir besar di kawasan Rawa Pening.
ADVERTISEMENT
Rawa Pening merupakan sebuah destinasi wisata di Jawa Tengah yang tak hanya menyuguhkan keindahan, akan tetapi juga memiliki kisah misteri dan legendanya tersendiri. Bahkan, panorama Rawa Pening dikenal sangat mempesona bagi masyarakat.
Tokoh Rawa Pening
Dikutip dari buku Cerita Legenda Rawa Pening dan Baru Klinting, oleh Kresno Aji, (2021), tokoh Rawa Pening dikenal sebagai anak yang dikucilkan yaitu bernama Klinting Baru, sehingga dari tokoh tersebut terjadilah danau Rawa Pening yang sangat luas.
Lokasi Rawa Pening memiliki panorama yang indah menakjubkan dan terletak di Kabupaten Semarang yang menempati empat wilayah kecamatan yaitu Bawen, Ambarawa, Tuntang, dan Banyubiru.
Di balik keindahan danau tersebut, rupanya Rawa Pening memiliki legenda yang bersejarah dan dikenal masyarakat.
ADVERTISEMENT
Legenda itu mengisahkan seorang anak kecil yang dikucilkan di pedesaan sehingga menyebabkan luapan banjir bandang yang besar dan membentuk sebuah danau lebar.
Pedesaan tersebut merupakan daerah kekuasaan Kerajaan Mataram, yang bernama Desa Ngasem, di mana desa tersebut dipimpin oleh seorang kepala desa yang sangat arif serta bijaksana, yaitu Ki Sela Gondang.
Ki Sela Gondang memiliki seorang istri dan seorang putri yang sangat cantik, yang bernama Endang Sarwitri. Lantas Endang Sarwitri mendapatkan sebuah kutukan dari seekor naga besar sehingga dirinya mengandung seorang anak yang menyerupai naga.
Anak naga tersebut diberi nama Baru Klinting oleh Endang Sarwitri. Saat Baru Klinting sudah menginjak di usia anak-anak, dirinya pun pergi ke Gunung Telomoyo agar bertapa dan melepaskan dirinya dari kutukan tersebut.
ADVERTISEMENT
Namun, terdapat warga desa yang berburu di sekitaran Gunung Telomoyo dan tidak melihat seluruh wujud asli Baru Klinting, para warga hanya melihat ekor Baru Klinting dan memotongnya untuk dibawa pulang ke desa.
Saat Baru Klinting pulang ke desa dan berhasil bertapa, dirinya pun dikucilkan oleh warga desa dan berbau amis lantaran tubuhnya penuh luka. Karena Baru Klinting dikucilkan tersebut, akhirnya sang anak mencabut sebuah lidi dan merasa sakit hati.
Dari lidi tersebut muncul air bah yang amat besar sehingga terjadi banjir bandang yang sangat hebat di pedesaan, dan dari kejadian itulah yang menyebabkan adanya danau Rawa Pening.
Demikian merupakan tokoh Rawa Pening yang dikenal sebagai legenda bersejarah di Indonesia. (Sis)
ADVERTISEMENT
Baca Juga: Sejarah dan Tokoh Perjanjian Roem Royen