Konten dari Pengguna

Tokoh yang Berperan Aktif dalam Manifesto 1925 dan Sumpah Pemuda

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi tokoh yang berperan aktif dalam Manifesto 1925. Sumber: August de Richelieu/pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi tokoh yang berperan aktif dalam Manifesto 1925. Sumber: August de Richelieu/pexels.com

Manifesto Politik 1925 adalah bentuk dukungan kemerdekaan yang digelar oleh Partai Perhimpunan Indonesia. Adapun tokoh yang berperan aktif dalam Manifesto 1925 adalah Sunario Sastrowardoyo.

Wali dalam Sunario Sastrowardoyo Dalam Lintasan Sejarah Indonesia 1925-1955 menyebutkan bahwa Sunario Sastrowardoyo dikenal sebagai tokoh Manifesto 1925 sekaligus berperan dalam Kongres Sumpah Pemuda II.

Untuk mengetahui informasi lebih lanjut mengenai tokoh yang berperan aktif dalam Manifesto 1925, simak di artikel berikut.

Tokoh yang Berperan dalam Manifesto Politik 1925

Ilustrasi tokoh yang berperan aktif dalam Manifesto 1925. Sumber: August de Richelieu/pexels.com

Manifesto Politik 1925 adalah aksi dukungan kemerdekaan yang berisi prinsip-prinsip perjuangan, mulai dari persatuan, kesetaraan, hingga kemerdekaan. Konsep Manifesto Politik 1925 ini diungkapkan oleh Partai Perhimpunan Indonesia dalam Majalah Perhimpoenan Indonesia.

Majalah tersebut mengungkapkan mengenai dasar nasionalisme Indonesia yang juga dirumuskan para pemuda. Adapun tokoh yang berperan aktif dalam Manifesto 1925 adalah Sunario Sastrowardoyo.

Sunario dikenal sebagai politisi sekaligus diplomat yang aktif di masa pergerakan nasional. Selama Manifesto Politik 1925 dilaksanakan, Sunario aktif sebagai pengurus Perhimpunan Indonesia.

Di samping itu, Sunario juga menjadi Sekretaris II dan aktif sebagai pengacara guna membela para aktivis.

Peran Sunario dalam Kongres Sumpah Pemuda II

Selain berperan dalam Manifesto Politik II, Sunario juga menjadi tokoh penting saat pelaksanaan Kongres Sumpah Pemuda II yang terjadi tanggal 27 hingga 28 Oktober 1928.

Dirinya mempunyai peran sebagai penasihat sekaligus pembicara. Dirinya menyampaikan isi dari makalah dengan judul Pergerakan Pemuda dan Persatuan Indonesia.

Di penghujung pidatonya, Sunario juga mengemukakan jika kongres tersebut berpegang teguh terhadap kecintaan serta persatuan. Namun, persatuan bukan hanya di lingkungan intelek saja, tetapi seluruh masyarakat.

Oleh sebab itu, Sunario mendukung adanya gerakan kepanduan guna melancarkan persatuan antar bangsa Indonesia. Di samping itu, ketika dirinya tengah berpidato, seorang pemuda sedang menuliskan rumusan Sumpah Pemuda pada selembar kertas.

Adapun tokoh yang menulis rumusan tersebut, yaitu Mohammad Yamin. Di sisi lain, Sunario pun membentuk organisasi kelanjutan dari Kongres Sumpah Pemuda, yakni People's College.

Demikian informasi lengkap mengenai tokoh yang berperan aktif dalam Manifesto 1925. [ENF]