Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
29 Ramadhan 1446 HSabtu, 29 Maret 2025
Jakarta
imsak04:10
subuh04:25
terbit05:30
dzuhur11:30
ashar14:45
maghrib17:30
isya18:45
Konten dari Pengguna
Tradisi Mudik dan Perkembangannya di Indonesia
26 Maret 2025 12:07 WIB
·
waktu baca 2 menitTulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Tradisi mudik merupakan kebiasaan tahunan yang dilakukan oleh banyak masyarakat, terutama menjelang hari raya. Momen ini menjadi waktu yang dinantikan untuk pulang ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga.
ADVERTISEMENT
Selain sebagai ajang silaturahmi, mudik juga mencerminkan ikatan emosional yang kuat antara perantau dengan tempat asalnya.
Meski sering dihadapkan pada tantangan seperti kemacetan dan biaya perjalanan yang tinggi, tradisi ini tetap dijalani dengan penuh semangat dan kebahagiaan.
Tradisi Mudik dan Perkembangannya
Tradisi mudik adalah tradisi tahunan di Indonesia yang melibatkan perantau kembali ke kampung halaman untuk merayakan hari raya bersama keluarga.
Mengutip dari ugm.ac.id, istilah "mudik" berasal dari bahasa Melayu, yaitu "udik," yang berarti hulu atau ujung. Secara historis, masyarakat Melayu yang tinggal di hulu sungai sering bepergian ke hilir untuk bekerja dan kembali ke hulu saat sore hari.
Dalam konteks modern, mudik merujuk pada perjalanan kembali ke kampung halaman menjelang hari raya, terutama Idul Fitri.
ADVERTISEMENT
Tradisi mudik telah ada sejak zaman kerajaan di Indonesia. Pada masa Kerajaan Majapahit dan Mataram Islam, para pejabat yang ditugaskan di luar kerajaan akan pulang ke kampung halaman pada hari-hari tertentu untuk menghormati leluhur.
Fenomena mudik menjadi lebih masif pada tahun 1960-an hingga 1980-an, seiring dengan meningkatnya urbanisasi dan perpindahan penduduk dari desa ke kota.
Dalam perkembangannya, esensi mudik mengalami perubahan. Pada awalnya, mudik merupakan momen untuk melepas rindu dan mempererat ikatan emosional dengan keluarga di kampung halaman.
Namun, seiring perubahan gaya hidup dan peningkatan status sosial, mudik juga menjadi ajang untuk menunjukkan pencapaian selama merantau.
Pemerintah Indonesia turut mendukung tradisi mudik dengan menyediakan fasilitas dan infrastruktur yang memadai, seperti pembangunan jalan tol dan peningkatan layanan transportasi umum, guna memastikan kelancaran perjalanan para pemudik.
ADVERTISEMENT
Selain itu, beberapa masjid di sepanjang jalur mudik menyediakan fasilitas bagi pemudik untuk beristirahat dan beribadah, mencerminkan nilai-nilai gotong royong dan kepedulian sosial dalam budaya Indonesia.
Secara keseluruhan, tradisi mudik mencerminkan kekayaan budaya dan nilai-nilai kekeluargaan yang kuat di Indonesia, serta terus berkembang seiring perubahan zaman dan dinamika sosial masyarakat.
Itulah penjelasan mengenai tradisi mudik dan perkembangannya di Indonesia.