Tradisi Pasola: Daerah Asal dan Fakta Uniknya

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Indonesia merupakan negara yang kaya akan adat dan tradisi, salah satunya adalah Tradisi Pasola. Meski telah dilaksanakan secara turun-temurun hingga kini, tetapi masih banyak masyarakat yang belum tahu tradisi tersebut.
Dikutip dari buku 100 Tradisi Unik di Indonesia, Fatiharifah, (2017:68), dijelaskan bahwa Pasola berasal dari kata sola atau hola yang berarti tombak kayu atau lembing.
Pasola sendiri dilakukan secara bergiliran setiap tahun, mulai bulan Februari hingga Maret, bersamaan dengan munculnya nyale di tepi pantai.
Daerah Asal Tradisi Pasola
Pasola merupakan sebuah tradisi berupa permainan ketangkasan yang berkembang di kalangan masyarakat Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Tradisi Pasola hanya dilaksanakan sekali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari di Kecamatan Lamboya dan Maret di Kecamatan Wanokaka serta Lamboya Barat/ Gaura.
Tidak sembarangan, tanggal pelaksanaan Pasola ditentukan oleh para rato berdasarkan perhitungan bulan gelap dan bulan terang serta melihat tanda-tanda alam.
Satu bulan sebelum pelaksanaannya, masyarakat diharuskan mematuhi sejumlah pantangan, mulai dari tidak boleh mengadakan pesta, membangun rumah, dan lainnya.
Tata cara pelaksanaannya yakni dua kelompok berkuda saling berhadapan di sebuah padang sabana, kerjar mengejar sambil melempar lembing kayu ke arah lawan.
Sebagai tambahan informasi, tradisi ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menghormati Marapu, mohon kemakmuran, pengampunan, dan hasil panen yang melimpah.
Fakta Unik Tradisi Pasola
Upacara-upacara adat pada dasarnya menyimpan fakta-fakta unik yang menarik untuk diketahui, termasuk tradisi Pasola ini. Berikut beberapa di antaranya.
Menurut legenda setempat, tradisi Pasola merupakan klimaks dari sebuah tragedi cinta segitiga antara Rabu Kabba, Ubu Dulla, dan Teda Gaiparona
Upacara Pasola berkaitan dengan persiapan pengerjaan lahan serta adanya anggapan bahwa percikan darah memiliki kekuatan magis menyuburkan dan menghidupkan
Merupakan paduan antara mitologi kuno, kemahiran berkuda, dan kompetisi yang ketat
Menjadi salah satu objek wisata yang mendatangkan devisa bagi negara
Berpotensi menimbulkan malapetaka berupa luka cedera bahkan korban nyawa
Baca juga: 5 Tradisi Kalimantan Unik yang Masih Eksis hingga Sekarang
Demikianlah penjelasan mengenai Tradisi Pasola. Perlu diingat, tradisi ini tidak dilakukan oleh sembarang orang, melainkan masyarakat Sumba Barat yang terlatih.
