Konten dari Pengguna

Tujuan Dibentuknya Tonarigumi oleh Pemerintah Jepang

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tujuan Dibentuknya Tonarigumi. Sumber: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tujuan Dibentuknya Tonarigumi. Sumber: Unsplash

Tonarigumi dibentuk oleh Pemerintah Jepang dengan tujuan tertentu terhadap rakyat Indonesia.

Dikutip dari buku Japanese Station oleh Tim Japanese Station, Jepang menerapkan sistem tonarigumi atau rukun tetangga pada Januari 1944. Melalui sistem tersebut, Jepang mengontrol peristiwa yang terjadi di kalangan masyarakat.

Lantas, apa sebenarnya tujuan dari pembentukan Tonarigumi?

Sejarah Dibentuknya Tonarigumi

Ilustrasi Tujuan Dibentuknya Tonarigumi. Sumber: Unsplash

Tonarigumi merupakan sistem yang diberlakukan Kekaisaran Jepang selama Perang Dunia II berlangsung di Semenanjung Korea, Manchuria, Kepulauan Sakhalin, dan Asia Tenggara.

Tonarigumi diperkenalkan pada 1940 oleh Perdana Menteri Fumimaro Konoe dan diperkenalkan di Indonesia pada 1944. Selama menduduki Indonesia, Jepang ingin menyebar pengaruhnya sampai ke lapisan paling bawah.

Akibat terbatasnya militer Jepang, maka mereka memanfaatkan rakyat Indonesia untuk menjadi mata-mata. Setelah 3A dan Putera dibubarkan, dibentuklah Jawa Hokkai pada 1944.

Dalam Jawa Hokkai, terdapat kelompok yang menjadi mata-mata asing yang disebut Tonarigumi. Terdapat 5-10 kelompok rumah tangga dalam Tonarigumi. Jumlah tersebut akan mempermudah Ketua Tonarigumi atau Kumico (Pak RT) untuk mengenali warga dan mengidentifikasi warga asing.

Tujuan Dibentuknya Tonarigumi

Sistem Tonarigumi mempunyai tujuan untuk memperketat kontrol dan pengawasan tentara Jepang kepada rakyat Indonesia. Tak hanya itu, Tonarigumi juga memudahkan Kekaisaran Jepang untuk mengontrol warga maupun memobilisasi sumber daya demi kepentingan.

Sumber daya tersebut juga digunakan untuk memperkuat komunikasi antara pemerintahan Jepang dengan orang Jepang sendiri atau warga desa. Saat Jepang terdesak pada Perang Dunia II, Tonarigumi menjadi basis pelatihan militer warga desa.

Mereka yang sudah dilatih dipaksa untuk bergabung menjadi pembela Jepang demi melawan Blok Sekutu dalam Perang Dunia II. Dalam pelaksanaannya, Tonarigumi membawahi 10 sampai 20 kepala rumah tangga dengan ketua Kumico (Pak RT).

Sebulan sekali, pemimpin Tonarigumi harus mengadakan rapat berkala untuk melaporkan hasil yang sudah didapat, atau yang kini disebut arisan. Selama sistem Tonarigumi berjalan, Jepang berhasil mengumpulkan 508.745 Tonarigumi.

Nah, itu dia sekilas pembahasan mengenai tujuan dibentuknya Tonarigumi, sistem yang diberlakukan Jepang. (LAU)