Konten dari Pengguna

Upacara Adat Sakral yang Memiliki Detail Rumit di Kalangan Masyarakat Jawa

Sejarah dan Sosial

Sejarah dan Sosial

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Upacara Adat yang Dianggap Sakral dan Memiliki Detail Rumit di Kalangan Masyarakat Jawa adalah. Sumber: Unsplash.com/Browne And Dixon Photography
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Upacara Adat yang Dianggap Sakral dan Memiliki Detail Rumit di Kalangan Masyarakat Jawa adalah. Sumber: Unsplash.com/Browne And Dixon Photography

Upacara adat yang dianggap sakral dan memiliki detail rumit di kalangan masyarakat Jawa adalah upacara pernikahan. Upacara pernikahan dianggap sakral dan rumit karena melibatkan banyak prosesi yang maknanya berbeda-beda.

Salah satu contoh adalah prosesi lamaran yang merupakan acara untuk melamar calon pengantin wanita oleh calon pengantin pria beserta keluarganya. Setelah lamaran, ada peningsetan yang merupakan upacara penyerahan.

Adat Sakral dengan Detail Rumit di Kalangan Masyarakat Jawa

Ilustrasi Upacara Adat yang Dianggap Sakral dan Memiliki Detail Rumit di Kalangan Masyarakat Jawa adalah. Sumber: Unsplash.com/daniela k

Upacara dalam bahasa Indonesia mempunyai arti sebagai perbuatan atau perayaan yang diadakan sehubungan dengan peristiwa penting. Salah satu contoh upacara yang ada di Indonesia adalah upacara adat di kalangan masyarakat Jawa.

Upacara adat yang dianggap sakral dan memiliki detail rumit di kalangan masyarakat Jawa adalah upacara pernikahan. Upacara pernikahan termasuk sakral serta rumit karena terdiri dari banyak prosesi dengan makna yang berbeda-beda.

Mengutip dari buku Kecantikan Perempuan Timur, Tilaar (2017: 55), berikut adalah urutan upacara tradisional di Jawa pada saat pernikahan menurut catatan Marmien Sarjono.

  1. Lamaran

  2. Peningsetan

  3. Tarub

  4. Nyantri

  5. Siraman

  6. Midodareni

  7. Ijab

  8. Panggih pengantin

  9. Tampa kaya

  10. Dahar kalimah

  11. Sembah sungkem

Makna Dibalik Tiga Prosesi Pernikahan Adat Jawa

Ilustrasi Upacara Adat yang Dianggap Sakral dan Memiliki Detail Rumit di Kalangan Masyarakat Jawa adalah. Sumber: Unsplash.com/Esther Tuttle

Lamaran, peningsetan, tarub, nyantri, siraman, midorareni, ijab, panggih pengantin, tampa kaya, dahar kalimah, serta sembah sungkem adalah sebelas prosesi upacara pernikahan Jawa. Masyarakat umumnya sudah mengenal prosesi lamaran dan siraman.

Namun, prosesi lain bisa saja kurang familier bagi generasi muda atau masyarakat selain keturunan Jawa. Empat contoh prosesi yang kurang familier adalah peningsetan, tarub, dan nyantri.

Mengutip dari buku Serba-serbi Tumpeng: Tumpeng dalam Kehidupan Masyarakat Jawa, Gardjito dan Lily (2013: 72), berikut adalah penjelasan mengenai makna peningsetan, tarub, dan nyantri:

1. Peningsetan

Peningsetan adalah upacara penyerahan sesuatu sebagai pengikat dari pihak orang tua pengantin pria kepada pihak calon pengantin wanita.

2. Tarub

Tarub adalah hiasan janur kuning yang dipasang di tepi tratag yang terbuat dari anyaman daun kelapa yang hijau. Pemasangan tarub biasanya dilakukan secara bersamaan dengan upacara siraman.

3. Nyantri

Nyantri adalah menitipkan calon pengantin pria kepada keluarga pengantin wanita 1 – 2 hari sebelum pernikahan. Calon pengantin pria akan ditempatkan di rumah saudara atau tetangga terdekat.

Maksud dari upacara nyantri adalah melancarkan jalannya upacara pernikahan. Jadi, saat upacara pernikahan dilangsungkan, pengantin pria sudah tiba sehingga tidak merepotkan keluarga pengantin wanita.

Baca juga: 4 Tradisi Unik Pernikahan Adat Jawa yang Masih Dilaksanakan

Jadi, jelas bahwa upacara adat yang dianggap sakral dan memiliki detail rumit di kalangan masyarakat Jawa adalah upacara pernikahan. Upacara tersebut mencakup sebelas prosesi yang memiliki nama serta makna berbeda. (AA)