Urutan Upacara Nyekah yang Dilakukan Masyarakat Bali

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ada 11 urutan upacara Nyekah yang harus dilakukan sebagai makna dan simbol yang mendalam, mencerminkan penghormatan dan cinta kasih keluarga terhadap leluhur mereka.
Artikel di bawah ini akan membahas tentang urutan upacara Nyekah atau disebut juga Memukur oleh masyarakat Bali, yang pasti menarik diketahui.
Urutan Upacara Nyekah
Setelah upacara Ngaben dan Ngasthi dilaksanakan, maka kini dilakukan upacara Nyekah sebagai upacara penyucian Atma Wedana, seperti yang ditulis dalam buku Pelestarian Tanaman Upakara di Bali oleh Ni Wayan Budiasih.
Upacara ini diawali dengan membuat perwujudan atma dengan menggunakan bermacam-macam bunga sehingga upacara ini mendapat nama upacara Nyekah.
Upacara Nyekah, atau dikenal juga sebagai upacara Memukur di Bali, adalah sebuah ritual yang dilakukan untuk menyucikan roh leluhur yang telah meninggal dunia.
Upacara ini bertujuan untuk membantu roh mencapai alam yang lebih tinggi dan membawa kedamaian bagi keluarga yang masih hidup. Berikut adalah urutan pelaksanaan upacara Nyekah:
Nunas Tirta : Memohon air suci dari pura atau tempat suci untuk digunakan dalam upacara.
Ngajum Sawa : Menjemput simbol roh leluhur yang akan disucikan. Biasanya berupa arca atau simbol lain yang mewakili leluhur.
Ngeroras : Proses pengurip-urip atau memberi kehidupan simbolis pada arca atau simbol leluhur.
Ngejot atau Ngaturang Piuning : Memberikan sesaji kepada roh leluhur untuk memohon izin dan restu dalam melaksanakan upacara.
Munggah : Mengangkat arca atau simbol leluhur ke tempat suci yang lebih tinggi. Ini melambangkan peningkatan status spiritual roh leluhur.
Melaspas dan Mapinton : Upacara penyucian dan pemberkatan simbol leluhur. Pada tahap ini, simbol leluhur diberi air suci dan dupa.
Ngening atau Ngangget Don Biu : Memberikan sesaji berupa pisang atau buah lain sebagai tanda penghormatan.
Ngelebar : Mengantarkan roh leluhur ke tempat suci terakhir, seperti Pura Dalem atau Pura Penataran Agung.
Ngulapin : Memohon kembali roh leluhur untuk tinggal di rumah keluarga dalam bentuk simbolis yang sudah disucikan.
Ngeret : Prosesi mengarak simbol leluhur mengelilingi desa atau tempat suci, diiringi dengan berbagai upacara dan tarian adat.
Pakelis : Menutup upacara dengan memberikan doa dan sesaji terakhir, memastikan bahwa roh leluhur telah mencapai alam yang lebih tinggi dan diberkati.
Demikian adalah pemaparan tentang urutan upacara Nyekah atau Memukur oleh masyarakat Bali. (SP)
