Waktu Penempuan Fosil Meganthropus

Artikel yang membahas seputar sejarah hingga topik sosial lainnya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Sejarah dan Sosial tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Fosil Meganthropus merupakan salah satu temuan paling signifikan dalam sejarah paleoantropologi Indonesia. Maka dari itu, banyak yang tertarik untuk mengetahui fosil Meganthropus ditemukan pada periode geologi apa.
Meganthropus hidup pada periode Pleistosen, yang merupakan era penting dalam sejarah geologi yang berlangsung sekitar 1-1,5 juta tahun yang lalu.
Penemuan ini tidak sekadar membantu para ilmuwan dalam memahami kehidupan manusia purba di Asia Tenggara, tetapi juga memahami kondisi lingkungan dan fauna yang ada di Asia Tenggara.
Fosil Meganthropus Ditemukan pada Periode Apa?
Lantas, fosil Meganthropus ditemukan pada pdeiode apa? Dikutip dari situs whc.unesco.org, fosil Meganthropus ditemukan di antara tahun 1936-1941 di Situs Sangiran oleh Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald. Ini merupakan penemuan fosil hominid pertama di situs ini.
Ada lima puluh fosil Meganthropus palaeo dan Pithecanthropus erectus alias Homo erectus yang ditemukan. Ini merupakan separuh dari seluruh fosil hominid yang ditemukan di dunia.
Oleh karena itu, sejak saat itu, Sangiran menjadi salah satu situs kunci dalam memahami evolusi manusia. Situs ini berlokasi sekitar 15 km di sebelah utara Solo, Jawa Tengah, Indonesia, dengan luas 5.600 hektare.
Berkat penemuan sisa-sisa Homo erectus dan artefak batu terkait, yang disebut industri serpih Sangiran, situs ini memiliki peranan penting dalam geologi dari skala Pliosen Atas hingga akhir Pleistosen Tenga
Situs ini tak hanya menggambarkan evolusi fauna, manusia, dan budaya dalam 2,4 juta tahun terakhir, tetapi juga menghasilkan lapisan-lapisan hunian arkeologi krusial dari Pleistosen Bawah, yakni sekitar 1,2 juta tahun yang lalu.
Selain itu, situs ini juga menjadi tempat hidup lebih dari 100 individu Homo erectus, yang berasal dari setidaknya 1,5 juta tahun yang lalu. Fosil-fosil tersebut menggambarkan proses evolusi manusia dari 1,5-0,4 juta tahun yang lalu (periode Pleistosen).
Kesimpulannya, penemuan fosil Meganthropus berlangsung antara tahun 1936-1941 di Situs Sangiran oleh Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald. Penemuan ini menegaskan pentingnya posisi Indonesia dalam sejarah evolusi umat manusia (paleoantropologi).
Baca Juga: Persamaan Pithecantrophus Erectus Indonesia dan Sinanthropus Pekinensis Cina
