Konten dari Pengguna

Analisis Kebijakan Campuran Bioetanol (E10) pada Bensin oleh Menteri Bahlil

Sekarsari Sugihartono
PR & Media. Independent Analyst.
27 Oktober 2025 13:13 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kiriman Pengguna
Analisis Kebijakan Campuran Bioetanol (E10) pada Bensin oleh Menteri Bahlil
Rencana Indonesia mewajibkan campuran bioetanol (E10) dalam bensin pada tahun 2027 yang diajukan Menteri Energi Bahlil Lahadalia untuk mengurangi impor bahan bakar, tapi juga dapat merugikan.
Sekarsari Sugihartono
Tulisan dari Sekarsari Sugihartono tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT
Rencana Indonesia untuk mewajibkan campuran bioetanol 10% (E10) dalam bensin pada tahun 2027, yang didukung secara terbuka oleh Menteri Energi Bahlil Lahadalia diajukan sebagai langkah untuk mengurangi impor bahan bakar, mendorong agroindustri pedesaan, dan memajukan transisi energi yang lebih bersih. Pemerintah memperkirakan permintaan etanol baru yang besar dan menginginkan bahan baku (singkong, tebu, jagung) dan kapasitas pengolahan ditingkatkan di dalam negeri untuk memenuhinya. (Reuters.com)
Contoh etanol yaitu alkohol yang dicampurkan ke dalam bensin untuk meningkatkan angka oktan (RON), menurunkan emisi gas buang, dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Sumber: Shutterstock.
zoom-in-whitePerbesar
Contoh etanol yaitu alkohol yang dicampurkan ke dalam bensin untuk meningkatkan angka oktan (RON), menurunkan emisi gas buang, dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Sumber: Shutterstock.
Dampak ekonomi akan beragam. Di sisi positifnya, mandat E10 yang mengikat dapat mengalihkan nilai kepada petani dan pengolah etanol, menciptakan lapangan kerja di pedesaan, dan mengurangi tekanan valuta asing dari impor bensin, asalkan investasi rantai pasokan menutup kesenjangan antara kapasitas dan output yang ada. Namun, biaya transisi itu nyata, seperti pembangunan pabrik, logistik, dan kendali mutu meningkatkan kebutuhan modal fiskal dan swasta jangka pendek, jika pasokan etanol tertinggal, konsumen dan pengecer mungkin menghadapi kekurangan pasokan atau harga yang lebih tinggi. (Gapki.id) Terlebih lagi, kualitas BBM Pertamina yang mulai dipertanyakan kredibilitasnya terkait banyaknya keluh kesah dari masyarakat yang mengalami kegagalan dan kerusakaan mesin kendaraan akibat BBM Pertamina yang dicampur. Hal ini membuat masyarakat membandingkan kualitas BBM Pertamina dan Shell yang terpaut jauh, dengan BBM Shell yang memiliki kualitas lebih bagus.
ADVERTISEMENT
Performa otomotif dan dampaknya terhadap armada bergantung pada standar bahan bakar dan kompatibilitas kendaraan. Mesin modern biasanya menoleransi E10 dengan sedikit penurunan performa, tetapi kendaraan yang lebih tua atau kurang terawat dapat mengalami masalah (korosi sistem bahan bakar, pengecatan, perilaku start dingin) kecuali standar kualitas bahan bakar dan distribusi campuran diterapkan secara ketat, yang menyiratkan pengujian dan biaya regulasi yang lebih tinggi. Pelabelan yang jelas dan peluncuran bertahap akan mengurangi risiko mekanis dan hubungan konsumen. (Reuters.com)
Secara strategis, mandat tersebut memperkuat sentralitas PT. Pertamina, badan usaha milik negara. Jakarta telah mendorong peritel swasta untuk mendapatkan pasokan melalui Pertamina selama krisis pasokan, peran yang hampir monopoli ini memungkinkan Pertamina mengoordinasikan pencampuran dan pasokan, tetapi berisiko menyingkirkan importir independen dan merek asing (misalnya, Shell) dan telah memicu pengawasan antimonopoli. Konsentrasi pasar dapat mengurangi persaingan, menaikkan harga, atau mengurangi pilihan layanan kecuali perlindungan persaingan ditegakkan. (Energynews.oedigital.com)
Adanya kelangkaan stok BBM di SPBU Shell dikarenakan masalah rantai pasok dan pembatasan kuota impor BBM Swasta. Sumber: Shutterstock.
Singkatnya, E10 dapat memberikan ketahanan energi dan keuntungan bagi industri pedesaan jika Indonesia dengan cepat meningkatkan produksi etanol yang andal dan mempertahankan persaingan hilir serta kontrol kualitas, jika tidak, gangguan pasokan jangka pendek dan risiko konsentrasi pasar (yang berpusat pada Pertamina) dapat melemahkan manfaat kebijakan tersebut.
ADVERTISEMENT