Akibat Kabut Asap: Jarak Pandang di Pelalawan, Riau, Cuma 800 Meter

SELASAR RIAU, PEKANBARU - Selain mencatatkan rekor pencapaian 126 titik panas yang mengindikasikan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (kahutla) di Riau, hari ini, Kamis (1/8), Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru juga merilis jarak pandang di Kabupaten Pelalawan turun hingga 800 meter dibandingkan sehari sebelumnya.
Berdasarkan pengamatan Satelit Terra dan Aqua, Kamis (1/8) pagi, titik panas dengan tingkat kepercayaan di atas 50 persen itu terpusat di Pelalawan dengan 51 titik.
Akibat karhutla, BMKG turut menyatakan Pelalawan tengah diselimuti kabut asap tebal. Jarak pandang yang berkisar 800 meter itu adalah kualitas udara terburuk di Ibu Kota Pangkalan Kerinci sepanjang tahun 2019.
Sehari sebelumnya, Rabu (31/7), jarak pandang di Pelalawan mencapai 2.000 meter atau 2 kilometer. Sementara di Pekanbaru, jarak pandang berkisar 4 kilometer.
BMKG tidak menyebutkan alasan terbatasnya jarak pandang lantaran kabut asap, melainkan hanya menyatakan "udara kabur".
Ada pun titik panas lainnya berada di Bengkalis 4 titik, Kampar 3 titik, Dumai 3 titik, Rokan Hilir 13 titik, Rokan Hulu 13 titik, Siak 7 titik, Indragiri Hilir 35 titik, dan Indragiri Hulu 9 titik.
Analis BMKG, Sanya Gautami, mengatakan dari titik panas itu, 82 di antaranya dipastikan sebagai titik api atau indikasi kuat terjadinya karhutla.
Pelalawan masih menjadi wilayah paling parah mengalami kebakaran dengan 39 titik api. "Titik api di Kabupaten Bengkalis 2, Kampar 2, Pelalawan 39, Rokan Hilir 9, Rokan Hulu 1, Siak 3, Indragiri Hilir 16, dan Indragiri Hulu 7," ujarnya.
