Konten Media Partner

Dipisahkan 400 Meter, Pesta Kembang Api dan Zikir di Masjid Bengkalis

Selasar Riauverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengunjung memfoto perayaan pesta kempang api di Ancol, Jakarta Utara, Rabu (1/1). Foto: Nugroho Sejati/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pengunjung memfoto perayaan pesta kempang api di Ancol, Jakarta Utara, Rabu (1/1). Foto: Nugroho Sejati/kumparan

SELASAR RIAU, BENGKALIS - Ada dua pemandangan saling bertolak belakang terjadi saat detik-detik pergantian tahun dari 2019 ke 2020 di Kota Bengkalis dipisahkan jarak sekitar 400 meter saja.

Pemandangan pertama, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis menyelenggarakan perayaan Tahun Baru 2020 dengan hiburan musik di Lapangan Tugu Kota Bengkalis, Selasa malam, 31 Desember 2019.

kumparan post embed

Berjarak 400 meter, pengurus Masjid Istiqomah Bengkalis menggelar kegiatan muhasabah dengana tema Bertaubat sebelum Terlambat.

Kedua tempat tersebut diramaikan warga Bengkalis. Namun, tetap saja hiburan perayaan pergantian tahun lebih ramai dibandingkan tempat ibadah.

Di Masjid Istiqomah, muhasabah diawali Salat Isya berjamaah, lalu disusul zikir dan salat-salat sunnah serta tausiyah.

kumparan post embed

Ketua pengurus Masjid Istiqomah, Arianto dalam sambutanya menyampaikan terima kasih kepada pengurus telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.

"Kegiatan ini sangat bermanfaat dari pada menyambut pergantian tahun dengan berhura-hura," ujarnya.

Arianto juga berterima kasih kepada para jamaah telah meramaikan kegiatan muhasabah.

Sekadar mengingatkan, tuturnya, akhir-akhir ini berbagai daerah di Indonesia khususnya Riau dilanda berbagai bencana.

"Namun Alhamdulillah, Bengkalis masih dijauhkan oleh Allah dari bencana. Ini patut kita syukuri, semoga kehadiran jammah dicatat sebagai amal kebaikan," ungkapnya.

kumparan post embed

Sementara itu menjelang tengah malam, kegiatan muhasabah diisi tausiyah menghadirkan dua penceramah, Ustadz Juliar, Imam Masjid Istiqomah dan Sstaz Amri.

Sedangkan acara tausiyah tersebut dipandu dengan dialog dimoderatori Ustadz Parhimpunan Rambe.