Ekspor Turun, Nilai Impor Riau Malah Naik 47,49 Persen
ยทwaktu baca 2 menit

SELASAR RIAU, PEKANBARU - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Riau pada September 2022 sebesar US$ 272,09 juta atau mengalami kenaikan sebesar 47,49 persen dibanding nilai impor Agustus 2022 yang nilainya sebesar US$ 184,47 juta.
Berbeda dengan nilai ekspor Riau pada September 2022 sebesar US$ 1,82 miliar yang mengalami penurunan 25,87 persen dibanding ekspor Agustus 2022.
Kepala BPS Riau, Misfaruddin mengatakan kenaikan ini disebabkan oleh naiknya impor migas sebesar 2.517 persen dan impor non migas sebesar 37,08 persen.
"Selama Januari-September 2022, nilai impor Riau mencapai US$ 2,09 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 104,72 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2021 yang besarnya US$ 1,02 miliar," ujar Misfaruddin Rabu (19/10).
Dijelaskan Misfaruddin, untuk kenaikan impor non migas September 2022 terhadap bulan sebelumnya terjadi pada enam golongan barang.
Kenaikan impor yang terbesar dialami barang-barang di kelompok mesin-mesin atau pesawat mekanik sebesar US$ 59,13 ribu atau 111,97 persen, diikuti oleh pupuk sebesar US$ 24,08 ribu atau 77,65 persen, bahan kimia organik sebesar US$ 4,72 ribu atau 64,24 persen). Kemudian, benda-benda dari besi dan baja sebesar US$ 4,14 ribu atau 59,13 persen. Selanjutnya garam, belerang, dan kapur sebesar US$ 1,67 ribu atau 28,86 persen, serta besi dan baja sebesar US$ 0,86 ribu atau 10,25 persen.
"Sedangkan, untuk impor pada empat kelompok barang lainnya mengalami penurunan," imbuhnya.
Lanjut Misfaruddin, selama Januari-September 2022, nilai impor Riau mencapai US$ 2,09 miliar atau mengalami kenaikan sebesar 104,72 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2021, yakni US$ 1,02 miliar.
"Kenaikan impor ini disebabkan oleh naiknya impor migas dan nonmigas masing-masing sebesar 117,32 persen dan 103,79 persen," terangnya.
Bila dirinci selama Januari-September 2022 impor non migas didominasi oleh mesin-mesin/pesawat mekanik US$ 727,02 juta atau 37,60 persen, kemudian pupuk sebesar US$ 447,60 juta atau 23,15 persen, bahan kimia anorganik US$ 98,80 juta atau 5,11 persen, serta bahan kimia organik US$ 95,66 juta atau 4,95 persen dengan kontribusi keempatnya mencapai 70,80 persen.
"Secara keseluruhan, impor 10 golongan barang utama non migas pada periode Januari-September 2022 memberikan kontribusi sebesar 88,13 persen terhadap total impor nonmigas Riau.Sementara itu, kontribusi impor nonmigas di luar 10 golongan barang utama sebesar 11,87 persen," jelasnya.
Sementara, dari sisi pertumbuhan, impor 10 golongan barang utama pada Januari-September 2022 mengalami kenaikan sebesar 120,44 persen terhadap periode yang sama tahun 2021.
LAPORAN: HASLINDA
