Konten Media Partner

Kisah Pilu Napi Wanita Positif Corona di Riau: Bu, Tak Tahan Lagi, Mohon Diinfus

Selasar Riauverified-green

comment
9
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
SITI Fitri Aisyah, narapidana mendekam di Lapas Perempuan Klas IIA Pekanbaru bersama kawan satu sel yang terjangkit positif COVID-19.
zoom-in-whitePerbesar
SITI Fitri Aisyah, narapidana mendekam di Lapas Perempuan Klas IIA Pekanbaru bersama kawan satu sel yang terjangkit positif COVID-19.

SELASAR RIAU, PEKANBARU - Sejumlah narapidana perempuan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Klas IIA Pekanbaru mengeluhkan kondisi mereka kini sudah terpapar COVID-19.

Penghuni Lapas perempuan positif COVID-19 berjumlah 28 orang dan semuanya dimasukkan dalam satu sel isolasi mandiri tersendiri.

Siti Fitri Aisyah, warga binaan Lapas Perempuan Pekanbaru dinyatakan positif COVID-19 menceritakan, sudah beberapa hari ini ia demam, serta tidak tahan berada di ruang isolasi yang sumpek, berdempetan dengan para napi lainnya.

kumparan post embed

Siti meminta kepada perawat untuk segera dilakukan perawatan intensif terhadap dirinya.

"Badan lemas, tidak tahan lagi bu, mohon diinfus saja bu. Makan tidak bisa bu, tidak tahan lagi saya bu," kata Siti, Sabtu (3/10/2020).

Dengan nada memelas, Siti meminta kepada perawat untuk segera diberi obat karena kondisi fisiknya terlihat lemah.

Siti sudah diisolasi sejak 18 September 2020 lalu karena sudah menunjukkan gejala demam.

"Badan demam meriang, kaki gemetaran," kata Siti Fitri Aisyah.

Ia berharap segera dipindahkan dan dirawat di luar Lapas guna mendapatkan perawatan secara intensif. Tujuannya, agar tidak menularkan virus ini ke narapidana lainnya.

Pertimbangan Siti, terbatasnya jumlah perawat serta obat-obatan di Lapas. Saat ini, perawat di Lapas Perempuan hanya bisa menyediakan obat-obatan sesuai gejala dialami napi terpapar COVID-19.

kumparan post embed

Sebelumnya, di Lapas Perempuan Pekanbaru terdapat 28 warga binaan terpapar Covid-19.

Untuk menghindari penyebaran di dalam lapas, petugas kemudian memisahkan mereka positif untuk dirawat di ruang isolasi.

Laporan: RAHMADI DWI