Konten Media Partner

Klaster Sekolah di Pekanbaru: Berawal dari 4 Kasus Meningkat Jadi 113

Selasar Riauverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
KOMPLEKS SMP, SMA  dan Perguruan Tinggi Tabrani Abdurrab Islamic School di Jalan Bakti, Tangkerang Barat, Bukit Raya, Pekanbaru.
zoom-in-whitePerbesar
KOMPLEKS SMP, SMA dan Perguruan Tinggi Tabrani Abdurrab Islamic School di Jalan Bakti, Tangkerang Barat, Bukit Raya, Pekanbaru.

SELASAR RIAU, PEKANBARU - Terungkapnya 113 kasus baru bagian dari Klaster SMP Abdurrab Islamic Center berawal dari 4 kasus baru yang terkonfirmasi positif COVID-19.

Dari keempat orang terpapar tersebut kemudian ditelusuri dengan dilakukannya tes PCR terhadap orang-orang berkontak erat.

Hasilnya, dari 340 orang terdiri dari guru, siswa, guru asuh, pengawas asrama, tukang masak dan sekuriti, maka terjaring 113 orang positif COVID-19.

kumparan post embed

"Awalnya dapat kabar ada 4 orang terkonfirmasi positif COVID-19. Kemudian dilakukan swab PCR terhadap orang-orang berkontak erat dengan yang positif. Tternyata juga positif," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir, Sabtu (27/11/2021).

Mimi menjelaskan, setelah 5 hari, bagi 227 orang yang dinyatakan negatif, akan dilakukan tes swab PCR lanjutan, apakah tetap negatif atau positif.

"Setelah 5 hari, ke-227 ini nantinya akan kita swab lagi. Jika hasilnya negatif akan kita pulangkan," lanjut Mimi.

Saat ini, jelasnya, Dinas Kesehatan Pekanbaru sudah melakukan isolasi terhadap pasien terkonfirmasi positif COVID-19.

"Jadi ada dua tower (asrama) telah disiapkan di lokasi sekolah. Gedung sebelah kiri untuk yang negatif dan gedung sebelah kanan bagi pasien positif COVID-19 dengan jarak gedung 300 meter," jelasnya.

kumparan post embed

Mimi Yuliani Nazir meminta kepada sekolah dan Dinas Pendidikan Kota, untuk menutup sementara sekolah tersebut agar tidak semakin meluas kasus positif.

Sesuai dengan aturan SKB 4 Mentri, jika terjadi kasus positif disekolah maka ditutup sementara sampai situasi kembali normal.

"Sesuai aturan SKB 4 mentri, kami meminta kepada Dinas Pendidikan untuk menutup sekolah kalau ada yang terpapar. Inikan siswanya menginap, untuk mencegah terjadinya kasus lain," tutupnya.

Laporan: DEFRI CANDRA