Konten Media Partner

Melihat dari Dekat Rumah Kapitan China Masa Lalu di Bengkalis Riau

Selasar Riauverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
RUMAH Kapitan China di Bengkalis yang berada di Desa Kelapapati berusia ratusan tahun masih berdiri kokoh, namun tak terawat.
zoom-in-whitePerbesar
RUMAH Kapitan China di Bengkalis yang berada di Desa Kelapapati berusia ratusan tahun masih berdiri kokoh, namun tak terawat.

SELASAR RIAU, BENGKALIS - Rumah berusia ratusan tahun itu masih berdiri kokoh melawan zaman. Rumah bergaya Eropa abang ke-20 dengan tiang-tiang pilar di bagian depan serta berpadu nuansa Tionghoa.

Bangunan ratusan tahun itu masih berdiri kokoh di Jalan Sudirman, Bengkalis, Riau. Anak tangga terbuat dari semen dan diberi keramik, terkesan sudah tak terawat.

Dulunya, di sinilah Kapitan China, pemimpin suku Tionghoa di Bengkalis bermukim.

kumparan post embed

Rumah itu dibuat bergaya panggung. Bagian pondasi rumah mulai keropos dan sebagian dinding mulai terkelupas karena termakan usia. Dinding beton dicat dengan warna kuning.

Selain itu, jendela berwarna merah menambah kesan klasik bergaya arsitektur Eropa.

Menaiki tangga menuju ke pintu utama yang tertutup dengan terali besi. Namun melalui celah pintu atas bisa terlihat di ruang utama terdapat altar sembahyang warga Tionghoa masih tertata rapi.

Bahkan, terlihat lidi ciyu (lidi sembahyang) masih membara di meja sembahyang menandakan adanya aktivitas ibadah wargha Tionghoa.

Selasar Riau mencoba memanggil penghuni maupun penjaga rumah dinas kapitan, hingga beberapa kali pun tidak mendapatkan respons maupun sahutan dari dalam bangunan tua ditaksir berusia ratusan tahun tersebut.

kumparan post embed

Pun demikian, tetap mencoba menelusuri keberadaan bangunan yang jendela terlihat sudah terbuka.

"Bangunan memang ada yang menjaga bang, makanya pintu dan jendela kondisi terbuka. Biasanya sore datang kembali hanya untuk menutup pintu serta jendela," kata Ain, warga Tionghoa yang bermukim tidak jauh dari bangunan kuno tersebut, Selasa (9/2/2022).

Tidak banyak yang dapat diceritakan Ain. Menurutnya, Kapitan merupakan gelar diberikan oleh pemerintah Hindia Belanda untuk seseorang guna menjadi pemimpin Tionghoa di Negeri Junjungan, kala itu.

Terpisah, Tokoh Masyarakat Tionghoa Bengkalis, Herman Kusuma, menceritakan Kapitan pertama dipimpin oleh Kapitain Oei Liong Tam.

Ia pertama kali datang ke Desa Pelintung, Dumai, Riau sekitar abad ke-17. Setelah menetap sekian waktu, Oei Liong Tam pindah ke Bengkalis dan membangun rumah dinas Kapitan pada 1818.

kumparan post embed

Herman Kusuma juga Humas Vihara Hok Ann Kiong Bengkalis membeberkan, Kapitain yang berjaya dimasa itu, selain menguasai bidang perdagangan juga memiliki banyak tanah.

"Dulunya, tanah vihara ini juga milik Kapitain yang telah dihibahkan kepada warga Tionghoa," jelsnya.