Konten Media Partner

Menantu dan Ajudan Gubernur Riau Ikut Dilantik Jadi Pejabat Eselon IV

Selasar Riauverified-green

comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
WAKIL Gubernur Riau, Edy Natar Nasution (kanan) melantik 737 pejabat Eselon II, III, IV dan Fungsional, Selasa, 8 Januari 2020.
zoom-in-whitePerbesar
WAKIL Gubernur Riau, Edy Natar Nasution (kanan) melantik 737 pejabat Eselon II, III, IV dan Fungsional, Selasa, 8 Januari 2020.

SELASAR RIAU, PEKANBARU - Pelantikan pejabat Eselon II, III, IV dan Fungsional Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau mengundang polemik di masyarakat, Selasa, 7 Januari 2020, di Ballroom Dang Merdu Gedung Bank Riau Kepri.

Ini tak lain usai terungkap selain ada adik kandung Wakapolri, Komjen Pol Gatot Eddy Pramono bernama Wiwik Walusi, juga terdapat menantu Gubernur Riau, Syamsuar beserta dua ajudannya.

Menantu Gubernur Syamsuar tersebut bernama Tika Rahmi Syafitri. Ia istri dari Muhammad Andri, anak kandung Gubernur Syamsuar.

Sebelumnya, Tika hanya staf biasa di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Riau.

Tika dilantik menduduki jabatan "basah" sebagai Kepala Seksi Retribusi di Bapenda Riau oleh Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution bersamaan dengan 737 pejabat lainnya.

kumparan post embed

Berdasarkan penelurusan Selasar Riau di akun media sosial Twitter pribadinya, Tika Rahmi Syafitri @tikarahmi mencantumkan akun Medsos sang suami, Muhd Andri Syamsuar @_andri179.

Di bio akun twiter Tika Rahmi Syafitri tercantum juga lulusan akuntansi UR tahun 2010 dan bekerja di Dinas Pendapatan Provinsi Riau.

Nama Tika Rahmi Syafitri menadak menjadi perbincangan setelah protokol membacakan namanya sebagai pejabat eselon IV ikut dilantik bersama 736 ASN Pemprov lainnya.

Ajudan Gubernur dan Sekdaprov

Selain nama Wiwik, adik kandung Wakapolri, dan menantu Gubernur Riau, Syamsuar, sejumlah nama juga mendadak menjadi perbincangan publik.

Nama tersebut adalah dua ajudan Gubernur Syamsuar dan ajudan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Yan Prana Jaya Indra Rasyid.

Ketiganya ikut dilantik bersama 737 ASN lainnya. Raja Jehan Saputra, ajudan Syamsuar sejak menjabat Bupati Siak, ikut dilantik menjadi Kasubag Hubungan Keprotokolan Biro Administrasi Pimpinan Setdaprov Riau.

Jehan merupakan tamatan IPDN Jatinangor Bandung, Jawa Barat. Selain itu, Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution, juga melantik Alfi Sukrila, ajudan Gubernur Syamsuar, sebagai Kasubag Tamu Biro Adpim Setdaprov Riau.

Selain itu, masih ada satu nama lagi, yakni Yogi yang tidak lain adalah ajudan Sekdaprov Riau Yan Prana Jaya.

Yogi dilantik menduduki jabatan Kasubag Penggunan Pengamanan dan Pemeliharaan Aset Biro Umum Setdaprov Riau.

WAKIL Gubernur Riau, Edy Natar Nasution, saat melantik 737 pejabat eselon II, III, IV dan fungsional Pemprov Riau.

Seperti diketahui, 737 pejabat di lingkungan Pemprov Riau resmi dilantik dan diambil sumpahnya oleh Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edy Natar Nasution, Selasa 7 Januari 2020.

Pelantikan pejabat eselon III dan IV serta pejabat fungsional di lingkungan Pemprov Riau dilaksanakan di Ballroom Lantai 3 Menara Bank Riau Kepri ,

Dari 737 pejabat, terdiri atas pejabat eselon III sebanyak 214 orang. Kemudian pejabat Eselon IV sebanyak 409 orang. Dan Sisanya adalah fungsional, sebanyak 114 orang.

Wagub Edy Natar Nasution mengungkapkan, semua jabatan diberikan kepada ASN adalah amanah. Sehingga harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Edy tidak ingin mendengar ada istilah jabatan basah dan jabatan tidak basah di lingkungan Pemprov Riau. Menurut Mantan Danrem 031/WB tersebut, semua jabatan sama dan harus dijalankan dengan baik oleh ASN yang diberikan amanah.

kumparan post embed

"Tidak ada istilah posisi jabatan basah atau kering, semua jabatan itu amanah yang harus dijalankan dengan baik. Karena kalau tidak di jalankan dengan baik, maka jabatan itu bisa berubah menjadi sebuah kehinaan dan akan menimbulkan penyelesalan jika tidak dijalankan dengan benar," katanya.

Ia juga juga mengingatkan kepada ASN diberikan jabatan harus menjalankan tugasnya dengan baik.

Sebab ASN telah ditunjuk dan diberikan jabatan tersebut dianggap memiliki kemampuan untuk menjalankan tugas dijabatan tersebut.

"Punya jabatan tapi tidak memiliki kemampuan dalam memimpin itu berbaya dan bisa merusak, bahkan melebihi penyakit menular," ujarnya.

Tidak hanya itu, yang tidak kalah pentingnya lanjut Edi adalah peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Sebab tugas dari ASN bagaimana bisa memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat.

"Mari memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Saya berharap kepada pejabat yang dilantik agar bekerja lebih keras lagi dalam memberikan pelanayan kepada masyakat, " katanya.

kumparan post embed