News
·
30 Maret 2021 17:43

Pengangguran Meningkat di Kabupaten Siak, Riau, Dampak Corona?

Konten ini diproduksi oleh Selasar Riau
Pengangguran Meningkat di Kabupaten Siak, Riau, Dampak Corona?  (4217)
Ilustrasi pengangguran. pic: nalar
SELASAR RIAU, SIAK - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Siak, Riau mencatat selama tahun 2020 terdapat 2.097 orang atau 5,08 persen warga Siak berstatus menganggur. Angka itu naik drastis dibanding tahun sebelumnya, 2019, hanya 1,47 persen.
ADVERTISEMENT
"Dibanding 2019, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kabupaten Siak tahun lalu meningkat 3,61 persen," kata Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Siak, Nenny Tri Maharani, Selasa (30/3/2021).
Tak hanya itu, kata Nenny, warga Kabupaten Siak masuk dalam angkatan kerja juga mengalami penurunan sejumlah 6.039 jiwa.
"Artinya, sudah banyak penduduk Siak tak kerja lagi. Tak hanya itu, penduduk bukan angkatan kerja di Siak juga ikut naik menjadi 9.470 jiwa," ujarnya.
Saat ditanyakan, apakah kenaikan tersebut dampak dari COVID-19, ia tak bisa memberikan keterangan lebih jauh.
"Belum bisa dipastikan karena Corona. Sebab, perlu data pendamping dan studi lebih lanjut untuk memastikannya," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadisnakertran) Kabupaten Siak, Amin Budyadi mengatakan, meningkatnya pengangguran di Siak dipicu beberapa faktor.
ADVERTISEMENT
Di antaranya kurangnya lowongan pekerjaan (Loker) di perusahaan dan faktor pendidikan.
"Ada juga, karena sertifikat keahlian yang tak dimiliki, dan kurangnya anggaran pelatihan bagi pencari kerja," kata Amin.
Kendati begitu, kata Amin, Pemkab Siak telah melakukan beberapa upaya untuk menekan jumlah pengangguran tersebut.
Disnakertrans telah meminta perusahaan untuk memakai tenaga kerja lokal dan melakukan kerjasama dengan 5 balai besar latihan kerja (BLK).
"Kita berkomitmen untuk mengurangi angka pengangguran ini setiap tahun dengan berbagai upaya diantaranya melalui pelatihan berbasis kompetensi dan melakukan peningkatan di balai latihan kerja," katanya.
Laporan: SAHRIL RAMADANA