News
·
16 Juni 2020 16:14

Sempat Shock, Kini Kondisi Pilot Pesawat Tempur TNI AU yang Jatuh Mulai Membaik

Konten ini diproduksi oleh Selasar Riau
Sempat Shock, Kini Kondisi Pilot Pesawat Tempur TNI AU yang Jatuh Mulai Membaik (358356)
PESAWAT TNI AU jenis Hawk 209 tinggal puing-puing usai jatuh dan hangus terbakar, Senin (15/6/2020), di Kubang Jaya, Siak Hulu, Kampar, Riau.
SELASAR RIAU, PEKANBARU - Pilot pesawat tempur Hawk 0209 TT yang jatuh di Kubang Jaya, Siak Hulu, Kampar, Riau, Lettu Pnb Aprianto Ismail, hingga kini masih dirawat di Rumah Sakit Soekirman Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin, Kota Pekanbaru.
ADVERTISEMENT
Pilot Lettu Pnb Aprianto Ismail selamat dari insiden jatuh dan terbakarnya pesawat Hawk 209 dengan keluar menggunakan kursi lontar.
"Saat ini masih dirawat di rumah sakit Roesmin Nurjadin," kata Kepala Penerangan Lanud Roesmin Nurjadin, Letkol Sus Mhd Zukri di Pekanbaru, Selasa (16/6/2020).
Akan tetapi, kata Kapentak Letkol Sus Zukri, Lettu Pnb Aprianto Ismail dalam kondisi sehat.
Zukri mengatakan, pilot tidak mengalami luka serius akibat insiden itu. Pesawat Hawk dipiloti Lettu Pnb Aprianto kehilangan tenaga hingga jatuh di perumahan warga, Senin pagi (15/6).
Aprianto keluar dari kokpit pesawat menggunakan kursi pelontar. Posisi pilot jatuh tidak jauh dari lokasi jatuhnya pesawat.
Sebuah video amatir detik-detik warga menyelamatkan pilot tersebut menyebar di media sosial.
ADVERTISEMENT
Dalam video itu, wajah Aprianto terlihat sangat pucat sementara sejumlah warga berusaha memberikan bantuan.
Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Fadjar Prasetyo mengatakan selain mendapatkan penanganan medis, TNI AU juga akan melakukan pemeriksaan psikologis Aprianto.
Pasalnya, korban sempat mengalami guncangan akibat insiden itu. Fadjar mengatakan ada tiga pesawat terbang ke areal latihan militer Siabu, Kampar, Senin pagi sekitar pukul 07.00 WIB.
Satu jam kemudian, pesawat itu menyelesaikan misi dan kembali ke pangkalan udara Roesmin Nurjadin.
"Pesawat bertiga selesai melaksanakan latihan penembakan di Siabu akan kembali untuk mendarat. Pada saat kembali, pesawat berurutan pesawat 1, 2 dan 3. Yang kecelakaan itu posisi terakhir, ke 3," katanya.
ADVERTISEMENT
Ia menuturkan, sesaat sebelum jatuh, Lettu Pnb Aprianto Ismail, sempat melaporkan terjadi keganjilan pada bagian mesin.
Kemudian, lampu indikator peringatan juga menyala mengindikasikan adanya kerusakan bagian mesin.
Selain itu, pilot juga sempat merasakan adanya suara ledakan pada bagian mesin hingga mesin pesawat buatan Inggris itu benar-benar kehilangan daya, terhempas dan jatuh menimpa rumah warga.
Lokasi jatuhnya pesawat, lanjut jenderal bintang empat itu, berada sekitar dua kilometer dari ujung landasan.
Pesawat juga diketahui berada 500 kaki ketika kehilangan tenaga dan jatuh menimpa rumah warga.
Beruntung, rumah warga yang hancur akibat tertimpa badan burung besi itu dalam keadaan kosong.
Fadjar juga memastikan kondisi pilot dalam keadaan baik dan tidak ada korban jiwa dalam insiden itu.
ADVERTISEMENT
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
***
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.