News
·
13 Januari 2021 18:42

Soal Vaksin di Pekanbaru Dibawa Tak Berkulkas, Kadiskes: Kotaknya Ada Ice Break

Konten ini diproduksi oleh Selasar Riau
Soal Vaksin di Pekanbaru Dibawa Tak Berkulkas, Kadiskes: Kotaknya Ada Ice Break (123461)
DUA pegawai sedang meletakkan kotak berisikan Vaksin Virus Corona jenis Sinovac.
SELASAR RIAU, PEKANBARU - Pendistribusian kotak berisikan Vaksin Virus Corona jenis Sinovac menggunakan mobil tanpa pendingin, sudah sesuai standarnya.
ADVERTISEMENT
Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, mengatakan, setiap kardus di dalamnya terdapat vaksin Sinovac sudah ada pendinginnya. Itu sudah sesuai standarnya.
"Di setiap kardus ada pendinginnya. Jadi memang itu standarnya sudah ada dari cara pendistribusian vaksin yang baik," kata Kadis Kesehatan Riau, Mimi Yuliani Nazir, Rabu (13/1/2021), usai menerima kedatangan vaksin tahap dua di Gudang Vaksin Unit Pelayanan Teknis (UPT) Instalasi Farmasi dan Logistik Kesehatan Diskes Riau, Jalan Kesehatan, Kota Pekanbaru.
Menurutnya pendistribusian perdana vaksin Covid-19 sudah sesuai dengan tahapannya.
"Jadi itu sudah ada SOP tahapannya yang harus dilakukan, jadi tidak seperti pengiriman barang biasa," ujarnya.
Sebelumnya, saat pendistribusian vaksin Sinovac Selasa (12/1/2021), menggunakan mobil biasa berplat merah Toyota Hilux 4x4 dan diletakkan di kursi paling belakang.
ADVERTISEMENT
Mimi pun memastikan vaksin Covid-19 yang dimasukan ke dalam mobil biasa itu suhunya sudah bagus.
"Gak papa, kan suhunya bagus, ya kan di dalamnya sudah ada pendingin di dalamnya itu. Namanya ice break, jadi di dalam mobil juga ada AC," tegas Mimi.
Ia melanjutkan pada saat sampai di lokasi pendistribusian vaksin suhunya juga 5 derajat Celcius, jadi tidak masalah.
"Nah, waktu dibuka di sana, suhunya juga 5 derajat Celcius, gak masalah. Masih dalam koridor 2-8 derajat, jadi gak masalah. Itu juga sudah dimonitor sama Badan POM ada di sana waktu itu, jadi semua memonitor jadi kita gak bisa sembarang gitu, ya semuanya sudah berdasarkan SOP," pungkasnya.
Laporan: WAYAN SEPIYANA
ADVERTISEMENT