Tambah 24 Kasus, Satu Pasien Positif COVID-19 Tularkan ke Delapan Orang di Riau

SELASAR RIAU, PEKANBARU - Provinsi Riau mencatatkan rekor baru dalam penambahan pasien positif COVID-19, Senin (22/6/2020).
Gugus Tugas Penangan COVID-19 mencatat ada penambahan 24 pasien positif tersebar di beberapa kabupaten dan kota. Termasuk seorang warga negara Myanmar.
Ke-24 kasus penambahan tersebut terbagi dalam dua klaster keluarga di Kota Pekanbaru.
Klaster keluarga tersebut dimulai dari pasien 146, Ny GSN (42), istri dari Tn NC (47), pasien 134, pekan lalu meninggal dunia dan dinyatakan positif COVID-19.
"Tuan NC ini beberapa waktu lalu meninggal dunia. Kita tak tahu klaster apa saat ini," kata Indra Yopi.
Almarhum NC merupakan warga Pekanbaru memiliki riwayat perjalanan dari Palembang, Sumatera Selatan.
Pasien ini diumumkan positif oleh Tim Gugus Tugas pekan lalu, Jumat (18/6/2020).
Selain ke istrinya, Ny GSN (42), anggota keluarga dekat lainnya juga tertular. Dua anaknya, pasien 147, Tn RD (13), dan pasien 148 Tn RD (18).
Tak hanya ke anak dan istrinya, Alm NC juga menularkan COVID-19 ke orang lainnya, pasien 144, NY E (54), warga Pekanbaru.
NY E kemudian setelah dilakukan tracing menularkan ke anaknya pasien 149, Tn FO (23). "NY E sedang dirawat sekarang ini," kata Indra Yopi.
Pasien 145, Tn FA (25), juga terkonfirmasi positif COVID-19 usai dilakukan tracing dan kontak erat dengan Alm NC.
Penularan dari NC ini selain ke istrinya, GSN, juga tertular dan memiliki kontak erat dengan pasien COVID-19 ke-150, Ny NMN (43).
"Pasien 146, Ny GSN, juga menularkan ke orang lainnya, pasien 151, Tn YA (25), usai dilakukan tracing dan kontak erat," kata Indra.
Klaster keluarga lainnya berasal dari karyawan Bank BRI Jalan Sudirman, Pekanbaru.
Pasien 132, Ny NY (32), yang tertular dari rekan sekantornya, DH (47), kini menularkannya ke suami tercinta, Tn FP (35), atau pasien 152.
Tak hanya ke suami, anak dari pasien 132 dan 152 ini juga ikut dinyatakan positif dan menjadi pasien 153, Tn SX (4). Klaster karyawan BRI ini merupakan warga Pekanbaru.
"Dari hasil tracing tiga kasus pertama COVID-19 klaster BRI yang dirilis, mempunyai kontak erat 58 orang. Dari tersebut, terdapat 5 orang dinyatakan positif. Sisa dari kontak erat lainnya masih menunggu hasil pemeriksaan PCR di laboratorium," Indra Yopi.
Tidak hanya ke suami dan anaknya, Klaster karyawan BRI Sudirman Pekanbaru ini juga menularkan ke ayahnya, pasien 154, Tn ZJ (62), serta seorang lagi, Tn JOR (27), dengan identitas pasien 155. "Tn JOR merupakan kontak Ny NY," katanya.
"Dengan mengumumkan saja energi sudah habis, umumkan saja sudah sakit. Ini warning buat semua orang, warning buat Pemko Pekanbaru, Inhil, Kampar, Dumai, Bengkalis, tetapi tempat lain melonggarkan ke orang lain," pungkas Indra.
