Konten Media Partner

UAS Tulis Puisi untuk Al Azhar: Di Surga Kita Bersua

Selasar Riauverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
PIDATO Ustad Abdul Somad (UAS) saat ditabalkan sebagai Daruk Seri Ulama Setia Negara oleh LAM Riau, 20 Februari 2018 silam.
zoom-in-whitePerbesar
PIDATO Ustad Abdul Somad (UAS) saat ditabalkan sebagai Daruk Seri Ulama Setia Negara oleh LAM Riau, 20 Februari 2018 silam.

SELASAR RIAU, PEKANBARU - Kabar duka wafatnya Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat Lembaga Adat Melayu Riau (MKA LAMR), Datuk Seri Al Azhar, meninggalkan duka mendalam bagi Ustad Abdul Somad (UAS).

Ustad kondang tersebut saat mengalami perundungan dari Bali, mendapat dukungan moral dan semangat dari almarhum Al Azhar. Termasuk menabalkan gelar Datuk Seri Ulama Setia Negara oleh LAM Riau kepada UAS.

kumparan post embed

Dari tanah Rencong, Aceh, tepatnya di Pulau Banyak, Aceh Singkil, UAS saat ini sedang dakwah, mengirimkan puisi teruntuk Datuk Al Azhar.

Puisi tersebut dikirimkan UAS kepada tokoh Riau, Hj Azlaini Agus.

"Sayo sedang di Pulau Banyak 4 jam dari Aceh Singkil. Mhn ibu sampaikan salam sayo kepado Keluarga Datuk Al Azhar. Tolong donga -kan suagho sayo ko ke telingo kanan nyo. Mhn maaf Bu. Wassalam," tulis UAS dalam pesannya.

kumparan post embed

Berikut puisi ditulis UAS diberi judul "Di Surga Kita Bersua"

Engkau bela aku saat lara mendera

Engkau tabalkan Datuk Seri Ulama Setia Negara

Untuk membantah fitnah dan huru hara

Engkau tak pernah minta balas jasa

Berita sakit pun tak sampai ke telinga

Saat aku jauh di seberang Sumatera

Datang khabar mengharukan jiwa

Sempat terkirim al-Fatihah dan doa

Rupa-rupanya itu pengiring Datuk pergi selamanya

Adapun silap, salah dan lupa

Tiada manusia lepas darinya

Biarlah Allah Azza wa Jalla

Menghapus dan mengganti dengan balasan mulia

Datuk Al Azhar menutup mata Selasa malam (12/10/2021), pukul 22.04 WIB di RS Awal Bross.

Budayawan Melayu Riau tersebut tepat sepekan lalu menjalani operasi batu empedu, namun kemudian mengalami pemburukan atau kritis.

Laporan: DEFRI CANDRA