Tren Market Share Toyota di Indonesia Menyusut, BYD Melonjak

kumparanOTOverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Logo Toyota. Foto: Kazuhiro Nogi / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Logo Toyota. Foto: Kazuhiro Nogi / AFP

Ada yang menarik saat membedah data penjualan retail atau penyaluran unit dari diler ke konsumen langsung periode September 2026 yang dikeluarkan oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).

Tak perlu diragukan lagi, Toyota masih jadi penguasa pasar hingga saat ini. Merek ini sudah mendistribusikan model-modelnya sebanyak 194.519 unit dari Januari hingga September, sementara bulan lalu saja penyalurannya terhitung 21.648 unit.

instagram embed

Namun fokus tertuju kepada pangsa pasar Toyota selama 9 bulan berjalan yang mencakup 28,8 persen dari total keseluruhan pasar kendaraan roda empat atau lebih 2026 ini. Padahal sepanjang Januari-September 2025, market share retail Toyota masih 32 persen.

Satu sisi, pendatang baru seperti BYD yang sudah mampu masuk 5 besar merek terlaris di Indonesia, menunjukkan grafik penjualan retail yang terus meningkat. Semula hanya 3,8 persen dari total pada bulan pertama 2026, kini tembus 6,3 persen sampai akhir September.

Ilustrasi logo mobil listrik BYD. Foto: Sena Pratama/kumparan

Figur penjualan dua merek tersebut memang tidak bisa serta merta berkaitan. Namun dapat diamati bahwa ada penyerapan mobil-mobil baru yang lebih tersebar ke merek-merek pendatang baru di Indonesia, salah satunya seperti BYD.

Selama Januari hingga September 2025 lalu, pangsa pasar BYD baru sebesar 3,6 persen dengan volume 21.314 unit. Melonjak pada jangka waktu yang sama sepanjang tahun ini berjalan dengan angka 42.710 unit dan market share 6,3 persen.

Toyota? Penjualan ke konsumen langsung memang tetap naik dari semula 187.883 unit untuk Januari sampai September 2025 menjadi 194.519 unit atau tumbuh 3,6 persen. Namun market share pabrikan justru menyusut menjadi 28,8 persen alias terendah sepanjang 2026.

Penjualan retail Toyota Januari-September 2026: 194.519 unit (market share 28,8 persen)

  • Agustus 2026: 21.938 unit

  • September 2026: 21.648 unit

  • Total retail September 2026: 81.243 unit.

Penjualan retail Toyota Januari-September 2025: 187.883 unit (market share 32 persen)

  • Agustus 2025: 20.733 unit

  • September 2025: 20.072 unit

  • Total retail September 2025: 63.766 unit.

Market share Toyota 2026 (retail)

  • Januari: 22.066 unit (33 persen)

  • Januari-Februari: 44.878 unit (30,9 persen)

  • Januari-Maret: 64.416 unit (30,4 persen)

  • Januari-April: 87.424 unit (30,4 persen)

  • Januari-Mei: 108.803 unit (30,3 persen)

  • Januari-Juni: 129.925 unit (30 persen)

  • Januari-Juli: 150.933 unit (29,5 persen)

  • Januari-Agustus: 172.871 unit (29 persen)

  • Januari-September: 194.519 unit (28,8 persen).

Penjualan retail BYD Januari-September 2026: 42.710 unit (market share 6,3 persen)

  • Agustus 2026: 6.861 unit

  • September 2026: 7.421 unit

  • Total retail September 2026: 81.243 unit.

Penjualan retail BYD Januari-September 2025: 21.314 unit (market share 3,6 persen)

  • Agustus 2025: 2.746 unit

  • September 2025: 2.036 unit

  • Total retail September 2025: 63.766 unit.

Market share BYD 2026 (retail)

  • Januari: 2.516 unit (3,8 persen)

  • Januari-Februari: 6.112 unit (4,2 persen)

  • Januari-Maret: 10.265 unit (4,8 persen)

  • Januari-April: 16.539 unit (5,8 persen)

  • Januari-Mei: 19.431 unit (5,4 persen)

  • Januari-Juni: 23.188 unit (5,3 persen)

  • Januari-Juli: 28.428 unit (5,6 persen)

  • Januari-Agustus: 35.289 unit (6 persen)

  • Januari-September: 42.710 unit (6,3 persen).