Ketahui Sejarah Tari Pendet yang Berasal dari Bali

Mengulas serba serbi kota Bali, mulai dari pariwisata hingga budayanya.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Bali tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah Tari Pendet adalah sebuah hal yang tak boleh terlupakan oleh masyarakat Indonesia. Tari Pendet sendiri merupakan tari yang berasal sari Bali dan ditujukan untuk persembahan para leluhur.
Di antara puluhan tari daerah yang ada di Indonesia, Tari Pendet bisa dikatakan cukup unik dan menarik. Mulai dari gerakan-gerakannya, asal usul, dan makna dibalik tiap gerakannya juga.
Sejarah Tari Pendet
Mengutip dari laman warisanbudaya.kemendikbud.go.id, sejarah Tari Pendet dimulai sejak tahun 1950. Tak heran jika tari ini dikatakan sebagai salah satu tarian paling tua di Indonesia.
Dua penggagas Tari Pendet adalah I Wayan Rindi dan Ni Ketut Reneng. Awalnya Tari Pendet ini adalah tarian yang dilakukan untuk melakukan sesembahan.
Namun, I Wayan dan Ni Ketut berhasil memadupadankan beberapa gerakan menjadi lebih modern. Tentu saja tanpa mengurangi nilai agama, keindahan, dan kesakralan dari gerakan aslinya.
Oleh karena itu, Tari Pendet kini sering dijadikan sebagai tarian saat pembukaan suatu acara pentas maupun acara formal lainnya. Hal itulah yang membuat tari dari Pulau Dewata ini dikenal oleh masyarakat dunia.
Gerakan Tari Pendet
Tari Pendet dari Bali ini dikenal memiliki gerakan yang unik, yang kental dengan agama dan kesakralannya. Berikut ini merpakan beberapa gerakan Tari Pendet yang dikutip dari kemendikbud.go.id.
Ngumbang luk penyalin merupakan gerakan di mana penari berjalan ke depan, lalu belok kanan dan belok kiri serta melakukan gerakan ngentrag (menggertak).
Gerakan duduk bersimpuh mengambil bunga lalu menyembah dengan manganjali.
Leher ngilek ke samping kanan seraya nyeledet. Gerakan ini diulang tiga berturut-turut.
Ngagem kanan disertai luk nerudut dan nyeledet ke samping kanan.
Ngenjet dengan badan berombak dan gerakan tangan ngombak ngangkel.
Agem kiri diserta dengan luk nerudut dan nyeledet ke sebelah kiri.
Ngenjet gerak peralihan untuk untuk berpindah menjadi agem kanan.
Ngotag pinggang bertukar tempat dari kanan ke kiri dan sebaliknya.
Ngelung rebah ke kiri dan ke kanan yang disertai dengan ngumad tarik kanan tarik kiri.
Ngumbang ombak segara berjalan belok ke belakang dan ke depan.
Nyeregseg ngider berputar ke kanan dan kiri berturut-turut sampai tiga kali.
Ngelung kiri kanan beserta nyeledet kiri kanan lalu metanjek dua terus berjalan.
Ngentrag berjalan cepat terus ngeseh dan menabur bunga sambil berjalan Ngumbang luk penyalin.
Metanjek ngandang berputar ke kiri dan ditutup dengan gerak nyakup bawah.
Baca juga: Tari Pendet, Tari Penyambutan dari Bali
Itulah sejarah Tari Pendet yang harus diketahui masyarakat Indonesia. Jangan pernah lupakan sejarah milik bangsa sendiri. Karena dengan itulah masyarakat bisa mempertahankan adat dan budayanya. (FH)
