Konten dari Pengguna

Mengenal Tingkatan Sosial di Bali yang Dikelompokkan dalam Kasta

Seputar Bali

Seputar Bali

Mengulas serba serbi kota Bali, mulai dari pariwisata hingga budayanya.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Bali tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Tingkatan Sosial di Bali. Sumber: unsplash.com/ Sifrianus Tokan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Tingkatan Sosial di Bali. Sumber: unsplash.com/ Sifrianus Tokan

Pulau Dewata memiliki banyak adat yang terbilang unik. Salah satu yang paling menarik adalah penentuan tingkatan sosial di Bali. Adapun penentuan tingkatan tersebut dinamakan dengan kasta.

Kasta memuat tingkatan lapisan masyarakat Bali yang didasarkan pada status sosialnya. Ada tingkat tinggi, menengah, dan rendah yang bisa dilihat dari nama seseorang.

Tingkatan Sosial di Bali berdasarkan Kasta

Ilustrasi Tingkatan Sosial di Bali. Sumber: unsplash.com/ unsplash+

Mengutip dari buku Pendidikan Toleransi Sasak Muslim Bali Hindu di Kota Mataram, Lalu Khothibul Umam (2021:85), tingkatan sosial di Bali mengakui keberadaan kasta sosial, seperti kasta Brahmana, Ksatria, Waisya, dan kasta Sudra. Keempat strata sosial ini berstatus tertutup.

Maksud dari tertutup ini, yaitu kasta tidak secara gamblang disebutkan. Namun, bisa dilihat cirinya dari nama seseorang karena ada nama tertentu yang menunjukkan keturunan masyarakat Bali. Berikut ini penjelasan mengenai kasta yang menjelaskan strata sosial tersebut.

1. Kasta Brahmana

Kasta Brahmana adalah kasta yang menunjukkan seseorang berasal dari keturunan pemuka agama. Dulu, pemuka agama ini adalah orang yang memimpin upacara keagamaan pada zaman kerajaan.

Nama orang dengan kasta Brahmana biasanya diawali dengan nama Ida Bagus (untuk laki-laki) dan Ida Ayu (untuk perempuan).

2. Kasta Ksatria

Kasta Ksatria dianggap sebagai keturunan bangsawan, raja dan golongan dari kalangan kerajaan. Kasta ini termasuk kasta tinggi setelah Brahmana.

Ciri dari pemilik kasta Ksatria, yaitu memiliki nama Gusti, Cokorda, dan Anak Agung.

3. Kasta Waisya

Kasta Waisya merupakan kasta menengah yang berisikan orang-orang dengan keturunan pedagang hingga pengusaha. Adapun nama-nama yang menandakan seseorang memiliki kasta Waisya, seperti Si, Dewa, Sang, Desak, dan Ngakan.

4. Kasta Sudra

Kasta Sudra merupakan tingkatan paling bawah dalam sistem strata sosial di Bali. Golongan ini berasal dari kalangan buruh dan pekerja.

Biasanya, nama orang dengan kasta Sudra tidak memiliki tambahan gelar kehormatan lain, seperti halnya kasta Brahmana. Beberapa nama dari kasta ini, seperti Wayan, Made, Nyoman hingga Ketut.

Nama-nama tersebut sekaligus menunjukkan urutan kelahirannya dalam sebuah keluarga. Misalnya, Ketut artinya anak keempat, Nyoman anak ketiga, Wayan anak pertama, dan Made anak kedua.

Nama tersebut bisa dipakai semua kasta, tetapi yang membedakan adalah nama depannya. Contoh:

  • Seorang dengan kasta Brahmana memiliki nama Ida Ayu Ketut Asri berarti orang tersebut adalah anak perempuan keempat dari kasta Brahmana.

  • Kemudian, jika namanya I Nyoman Rengganis berarti seseorang itu adalah anak ketiga dari kalangan kasta Sudra.

Baca juga: 3 Tempat Ziarah di Bali yang Bersejarah

Nama masyarakat asli Pulau Dewata dapat dijadikan acuan untuk melihat tingkatan sosial di Bali yang menunjukkan dari kasta apa seseorang berasal. (IMA)