Menilik Bendungan Tukad Unda, Wisata Tersembunyi yang Masih Alami

Mengulas serba serbi kota Bali, mulai dari pariwisata hingga budayanya.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Bali tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
![[Bendungan Tukad Unda] Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: unsplash/NicoleGeri](https://blue.kumparan.com/image/upload/fl_progressive,fl_lossy,c_fill,f_auto,q_auto:best,w_640/v1634025439/01hpk6a9zetn972kh53zcqf5q8.jpg)
Bendungan Tukad Unda adalah salah satu wisata yang menawarkan keindahan panorama alam. Bendungan ini menyimpan sejarah yang cukup panjang karena telah berdiri sejak zaman penjajahan Belanda.
Selain untuk berwisata, bendungan ini juga dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan warga. Hal ini karena debit airnya sangat banyak, sehingga mampu mengairi lahan pertanian di sekitarnya.
Bendungan Tukad Unda
Mengutip buku Rekayasa dan Manajemen Banjir Kota, Robert J. Kodoatie (2013), bendungan adalah bangunan yang berupa urugan batu, tanah, dan beton yang dibangun untuk menahan dan menampung air. Bendungan Tukad Unda memiliki tampilan yang sangat cantik karena aliran airnya menyerupai wisata air terjun.
Keindahan wisata ini dapat dilihat ketika melintasi jembatan yang terletak di atasnya yang menghubungkan Kabupaten Klungkung dengan Karangasem. Tukad Unda berasal dari kata tukad yang artinya sungai dan unda yang artinya bertingkat.
Sesuai asal usul namanya, Tukad Unda merupakan aliran sungai yang dibentuk menjadi tiga tingkatan dan mirip seperti air terjun di setiap undakannya. Pada aliran sungai ini juga dibangun bendungan yang airnya sangat jernih dan segar.
Selain menikmati pemandangan, pengunjung juga bisa mengabadikan momen melalui foto atau video. Tidak jarang, tempat wisata ini menjadi objek pemotretan prewedding favorit masyarakat.
Saat cuaca dan debit air kondusif, pengunjung juga bisa berenang di Tukad. Jika mengajak anak-anak, pastikan agar selalu diawasi oleh orang tua.
Lokasi dan Rute ke Tukad Unda
Tukad Unda berada di Banjar Lebah, Desa Semarapura Kelod Kangin, Kecamatan Klungkung, Kabupaten Klungkung, Bali. Jika berangkat dari Pusat Kota Denpasar, waktu yang ditempuh sekitar 45 menit.
Agar bisa menikmati keindahan alam ini, pengunjung hanya perlu membayar sebesar Rp10.000. Adapun rutenya bisa disimak di bawah ini.
Jika berangkat dari Jl. Airport Ngurah Rai - By Pass Ngurah Rai, ambil arah ke Jalan Tol Bali Mandara hingga melewati patung Titi Banda.
Ambil arah timur ke Jalan By Pass Ida Bagus Mantra hingga menemukan perempatan Jalan Pantai Watu Klotok. Kemudian, belok kiri ke Jalan Raya Tojan - Jalan Raya Puputan.
Saat sudah sampai di perempatan Jalan Raya Puputan, ambil arah ke Jalan Diponegoro.
Baca juga: Tangkup Waterfall Bali, Wisata Alam yang Masih Asri dan Alami
Bendungan Tukad Unda menawarkan keindahan alam yang sejuk dan asri. Wisata ini bisa dijadikan opsi yang menarik bagi pengunjung untuk liburan. Bendungan ini akan semakin tampak jelas dipandang saat berada di atas jembatan. (DLA)
