Menilik Daya Tarik Desa Petulu Ubud yang Menjadi Rumah bagi Ribuan Kokokan

Seputar Bali
Mengulas serba serbi kota Bali, mulai dari pariwisata hingga budayanya.
Konten dari Pengguna
5 Maret 2024 14:26 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Seputar Bali tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Desa Petulu Ubud. Foto hanya ilustrasi bukan tempat sebenarnya. Sumber foto: Unsplash.com/satria setiawan
zoom-in-whitePerbesar
Desa Petulu Ubud. Foto hanya ilustrasi bukan tempat sebenarnya. Sumber foto: Unsplash.com/satria setiawan
ADVERTISEMENT
Desa Petulu Ubud merupakan salah satu desa wisata yang ada di Bali. Desa wisata ini cocok dikunjungi saat musim liburan bersama dengan keluarga terutama anak-anak.
ADVERTISEMENT
Ada beberapa daya tarik utama dari desa wisata ini, salah satunya adalah menjadi rumah bagi ribuan burung kokokan. Selain itu, pengunjung juga bisa berinteraksi secara langsung dengan warga masyarakat.

Daya Tarik Desa Petulu Ubud

Desa Petulu Ubud. Foto hanya ilustrasi bukan tempat sebenarnya. Sumber foto: Unsplash.com/satria setiawan
Dikutip dari laman resmi Pemerintah Provinsi Bali https://jidhat.baliprov.go.id, Desa Petulu Ubud merupakan desa wisata yang terletak di Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, sekitar 15 menit berkendara dari pusat Kota Ubud.
Desa Petulu memiliki daya tarik yang unik dan menarik, yaitu keberadaan ribuan burung kokokan atau bangau putih yang bersarang di pepohonan di sepanjang jalan desa.
Burung kokokan adalah jenis burung migran yang berasal dari Asia Tenggara. Mereka biasanya datang ke desa ini pada bulan November hingga Maret untuk berkembang biak. Pada bulan April, anak-anak burung sudah mulai terbang dan mencari makan di siang hari.
ADVERTISEMENT
Mereka akan kembali ke sarangnya pada sore hari, sekitar pukul 18.00 WITA. Saat itulah pengunjung bisa menyaksikan pemandangan yang luar biasa, yaitu langit yang dipenuhi oleh burung-burung putih yang beterbangan.
Burung kokokan tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga menjadi bagian dari kebudayaan dan kepercayaan masyarakat desa ini. Menurut cerita yang beredar, burung-burung ini adalah kiriman dari Tuhan sebagai tanda pengampunan.
Masyarakat di desa ini juga memiliki kepercayaan bahwa burung kokokan adalah penjaga desa yang membawa berkah dan keselamatan bagi warga.
Untuk mengunjungi wisata ini pengujung tidak perlu membayar tiket masuk. Pengujung hanya perlu membayar sumbangan sukarela sebesar Rp20.000 per orang di pos penjagaan desa. Uang tersebut digunakan untuk perawatan lingkungan dan fasilitas desa.
ADVERTISEMENT
Jika ingin merasakan sensasi yang berbeda ketika berkeliling desa ini pengunjung bisa menyewa sepeda atau motor untuk berkeliling dan menikmati suasana pedesaan yang asri dan tenang.
Desa Petulu Ubud adalah tempat yang cocok untuk pengunjung ingin melihat sisi lain dari Bali yang tidak hanya tentang pantai. Di sini, pengunjung bisa merasakan keindahan alam, kekayaan budaya, dan keramahan masyarakat Bali yang sesungguhnya. (WWN)