Konten dari Pengguna

Sejarah Pura Blanjong: Pura Tua di Sanur

Seputar Bali

Seputar Bali

Mengulas serba serbi kota Bali, mulai dari pariwisata hingga budayanya.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Bali tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pura Blanjong. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: Unsplash/andrey bond
zoom-in-whitePerbesar
Pura Blanjong. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: Unsplash/andrey bond

Di masa lampau, ada sebuah kapal Belanda yang terdampar di pesisir Sanur. Oleh masyarakat setempat, peristiwa tersebut pun akhirnya diabadikan dengan membangun tempat suci bernama Pura Blanjong.

Sebagian masyarakat mempercayai bahwa alasan itulah yang menjadi asal usul adanya pura tersebut. Apalagi, nama Blanjong sendiri bermakna pecahan kapal nelayan.

Sejarah Singkat dan Daya Tarik Pura Blanjong

Pura Blanjong. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: Unsplash/andrey bond

Dikutip dari denpasarkota.go.id, daya tarik Pura Blanjong salah satunya yaitu keberadaan peninggalan arkeologi yaitu prasasti Blanjong. Prasasti Blanjong adalah sebuah prasasti yang memuat sejarah tertulis tertua tentang Pulau Bali.

Prasasti tersebut merupakan peninggalan dari raja Sri Kesari Warmadewa. Prasasti ini memiliki ketinggian 195 cm dengan diameter 60 cm. Konon, kapal Belanda yang terdampar itu menjadi wujud dari kemenangan raja Sri Kesari Warmadewa.

Tidak hanya prasasti saja, di sana juga ada Arca Ganesha dengan ketinggian 107 cm, lebar 65 cm, dan tebal 44 cm. Arca Ganesha ini digambarkan dengan posisi yang sedang duduk bersila, kedua telapak kaki bertemu serta duduk diatas lapik berhiaskan helaian Padma ganda.

Bahkan di sana juga ada dua buah lingga yang terdiri dari kaki, badan, dan kepala. Dalam kepercayaan agama Hindu, lingga difungsikan sebagai media pemujaan Dewa Siwa.

Peninggalan lainnya itu berupa candi, patung lembu, patung gajah, dan masih banyak lagi. Saat ini, pura tersebut lebih dari sekedar tempat suci dan tempat bersejarah saja. Namun juga dijadikan sebagai tempat tujuan wisata edukasi.

Pura ini terdiri dari dua halaman yaitu halaman dalam (jeroan) dan halaman luar (jabaan). Wisatawan bisa menjelajahi arsitekturnya yang unik sekaligus bisa swafoto di setiap sudutnya.

Karena berupa tempat ibadah untuk masuk ke pura ini wisatawan tidak akan dikenakan tarif masuk. Namun, karena berupa tempat ibadah, wisatawan perlu mematuhi beberapa peraturan yang ada di sana.

Jam Operasional dan Lokasi Pura Blanjong

Pura Blanjong. Foto hanya ilustrasi, bukan tempat sebenarnya. Sumber: Unsplash/aditya nara

Pura ini buka selama 24 jam. Tetapi untuk waktu kunjungan dibatasi mulai dari pukul 08:00 WITA hingga pukul 15:00 WITA.

Lokasinya berada di Jalan Danau Poso Pura Blanjong No.80227, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali 80228. Lokasinya tidak jauh dari Pantai Sanur.

Baca juga: Pantai Sanur: Keindahan dan Aktivitas Menariknya

Itulah informasi menarik mengenai Pura Blanjong. Wisatawan bisa mengajak keluarga untuk wisata edukasi di sana. (VIN)