Tata Cara Melukat di Tirta Empul Bali dan 10 Aturan yang Harus Ditaati

Mengulas serba serbi kota Bali, mulai dari pariwisata hingga budayanya.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Seputar Bali tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pura Tirta Empul adalah sebuah tempat suci yang terkenal di Bali, menjadi tujuan spiritual bagi banyak orang yang mencari penyucian. Bagi yang ingin mencobanya, maka ada aturan dan tata cara melukat di Tirta Empul Bali yang berlaku di sana yang penting untuk diperhatikan.
Para pengunjung diwajibkan mematuhi tata cara dan aturan yang telah ditetapkan saat ke sini. Hal ini bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga merupakan tindakan hormat terhadap budaya dan kepercayaan setempat.
Tata Cara Melukat di Tirta Empul Bali
Mengutip dari buku Jalan-jalan Bali, Maria Ekaristi, Agung Bawantara, (2009), Pura Tirta Empul bermakna air sucri yang menyembur dari dalam tanah, dengan masing-masing pancuran bernama pengelukatan, pebersihan sudamala dan cetik.
Bagi yang ingin melukat di sini, ada tata caranya. Inilah tata cara melukat di Tirta Empul Bali.
1. Pakaian dan Penutup Tubuh
Pengunjung harus mengenakan pakaian sopan yang menutupi seluruh bagian tubuh, termasuk bahu dan lutut. Selain itu, penggunaan sarung untuk menutupi bagian kaki juga diwajibkan.
2. Mandi Sebelum Melukat
Sebelum memulai ritual melukat, pengunjung harus mandi terlebih dahulu di kolam mandi yang tersedia di Pura Tirta Empul.
3. Berdoa dan Membuat Persembahan
Sebelum memulai ritual melukat, pengunjung harus berdoa dan membuat persembahan di tempat yang telah disediakan. Pengunjung diperbolehkan berdoa sesuai dengan kepercayaan masing-masing.
4. Menggunakan Air Suci
Setelah selesai berdoa dan membuat persembahan, pengunjung bisa mengambil air suci dari kolam dengan menggunakan gayung dan menyiramkan air tersebut ke seluruh bagian tubuh.
10 Aturan yang Harus Ditaati Melukat di Tirta Empul Bali
Jika sudah mengetahui tata cara melukat Bali, ada pula aturan yang berlaku dan harus diikuti di tempat ini. Berikut beberapa aturan yang berlaku.
Pengunjung tidak diperkenankan memakai celana pendek.
Pengunjung wajib memakai kamen (kain tradisional Bali) dan selendang. Perempuan harus memakai baju atasan yang sopan.
Pengunjung harus mengganti pakaian di tempat yang telah disediakan dan menyimpan barang di loker.
Tidak diperbolehkan membawa segala jenis kamera ke kolam suci tempat melukat.
Tidak boleh menggunakan sabun, sampo, dan sejenisnya.
Perempuan yang sedang menstruasi dilarang melukat.
Sebelum melukat, pengunjung wajib bersembahyang terlebih dahulu untuk memohon izin.
Lokasi melukat terdiri dari 14 pancoran. Saat berada di masing-masing pancoran, pengunjung harus berkumur sebanyak 3 kali, mencuci muka sebanyak 3 kali, minum air sebanyak 1 kali, dan mengguyur seluruh badan (dari kepala).
Ada beberapa pancoran yang tidak diperbolehkan untuk melukat, yang telah diberi tanda oleh pengelola Pura Tirta Empul.
Setelah prosesi melukat selesai, dilanjutkan dengan bersembahyang di Pura Tirta Empul untuk mengucapkan terima kasih dan memohon anugerah kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Baca juga: Masjid Agung Palapa, Masjid Unik di Kawasan Kuta Bali
Itulah aturan dan tata cara melukat di Tirta Empul Bali yang harus diikuti. Dengan mematuhi tata cara dan aturan yang telah ditetapkan, pengunjung tidak hanya menghormati agama setempat, tetapi juga merasakan spiritual yang mendalam di Tirta Empul. (RIZ)
