Gedung Merdeka di Bandung: Sejarah dan Fungsinya yang Perlu Diketahui
Akun yang membahas tentang kota Bandung
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Bandung tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Gedung Merdeka di Bandung merupakan gedung bersejarah yang pernah digunakan sebagai tempat Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika pada tahun 1955. Kini gedung ini digunakan sebagai museum yang memamerkan berbagai benda koleksi dan foto KAA.
Bangunan ini dirancang pada tahun 1926 oleh Van Galen Last dan C.P. Wolff Schoemaker. Keduanya adalah Guru Besar pada Technische Hoogeschool te Bandoeng (Institut Teknologi Bandung - ITB).
Sejarah dan Fungsi Gedung Merdeka di Bandung
Dikutip dari situs resmi www.bandung.go.id, gedung ini menempati areal seluas 7.500 m² dan sangat kental sekali dengan nuansa art deco. Gedung megah ini mempunyai lantai yang terbuat dari marmer buatan Italia yang mengkilap.
Ada juga ruangan-ruangan tempat minum-minum dan bersantai terbuat dari kayu cikenhout. Sedangkan untuk penerangannya dipakai lampu-lampu bias kristal yang tergantung gemerlapan. Berikut sejarah dan fungsi Gedung Merdeka di Bandung.
1. Sejarah Gedung Merdeka
Pembangunan: Gedung Merdeka awalnya dibangun pada tahun 1895 oleh pemerintah Hindia Belanda dengan gaya arsitektur Eropa klasik. Awalnya, bangunan ini digunakan sebagai Societet Concordia, sebuah klub sosial bagi kalangan elit Belanda di Bandung.
Konferensi Asia-Afrika 1955: Sejarah paling terkenal dari Gedung Merdeka adalah sebagai tempat diselenggarakannya Konferensi Asia-Afrika pada tanggal 18-24 April 1955.
Konferensi tersebut dihadiri oleh para pemimpin dan perwakilan negara dari Asia dan Afrika yang baru saja merdeka atau sedang berjuang untuk kemerdekaannya. Konferensi ini menandai pentingnya solidaritas antara bangsa-bangsa Asia dan Afrika dalam perjuangan melawan kolonialisme dan imperialisme.
Deklarasi Asia-Afrika: Salah satu hasil utama dari Konferensi Asia-Afrika adalah penyampaian Deklarasi Asia-Afrika, yang dikenal sebagai "Deklarasi Bandung". Deklarasi ini memperkuat prinsip-prinsip perdamaian, kemerdekaan, non-blok, dan non-intervensi dalam urusan dalam negeri negara-negara yang terlibat.
Pusat Kebudayaan dan Pameran: Setelah Konferensi Asia-Afrika, Gedung Merdeka menjadi pusat kegiatan budaya dan pameran di Bandung. Banyak acara seni, konser, pameran, dan acara budaya lainnya diselenggarakan di sini.
2. Fungsi Gedung Merdeka
Museum Konferensi Asia-Afrika: Sejak tahun 1980-an, Gedung Merdeka dijadikan sebagai Museum Konferensi Asia-Afrika. Museum ini menampilkan berbagai artefak, foto, dan dokumentasi terkait Konferensi Asia-Afrika 1955 serta sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia dan negara-negara Asia-Afrika lainnya.
Tempat Acara Khusus: Selain menjadi museum, Gedung Merdeka juga digunakan sebagai tempat untuk acara khusus, seperti seminar, konferensi, dan upacara resmi.
Baca juga: Sejarah Gedung Pensil yang Atapnya Unik di Bandung
Gedung Merdeka di Bandung tidak hanya bangunan bersejarah yang penting bagi Indonesia. Namun, juga menjadi simbol penting dari semangat kemerdekaan, solidaritas antar bangsa, dan perjuangan melawan penjajahan di tingkat internasional. (Gin)