Mengintip Sejarah Monumen Bandung Lautan Api dan Daya Tarik Wisatanya
Akun yang membahas tentang kota Bandung
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Seputar Bandung tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sejarah Monumen Bandung Lautan Api menjadi bukti perjuangan dan pengorbanan para pejuang untuk mempertahankan kawasan Bandung. Tempat sejarah ini pun selalu ramai dikunjungi di akhir pekan, karena banyak orang berdatangan hanya untuk nostalgia atau sekadar rekreasi.
Dikutip dari Buku Rihlah di Bumi Pasundan, Soni Putra Sakti (2024:28), Monumen Bandung Lautan Api mencerminkan semangat pengorbanan dan keberanian rakyat Bandung dalam menghadapi tantangan bersejarah saat Agresi Militer Belanda II.
Sejarah Monumen Bandung Lautan Api dan Daya Tariknya
Monumen Bandung Lautan Api berdiri dengan tinggi 45 meter dan memiliki sisi 9 bidang. Tidak lupa juga bagian puncaknya dibuat, seperti bara api. Di mana konstruksinya berbentuk tiga buah bambu sebagai penyulut kobaran api dan memiliki warna kuning keemasan.
Monumen ini dibangun pada tahun 1981 dan dirancang oleh seniman Sunaryo Soetono, yakni seorang seniman kontemporer sekaligus mantan dosen seni rupa ITB yang memenangkan sayembara perancangan monumen Bandung Lautan Api.
Pembangunan monumen ini dilakukan untuk memperingati dan mengenang peristiwa Bandung Lautan Api, peristiwa pembumihangusan yang dipimpin oleh Muhammad Toha di Bandung Selatan.
Jika menilik kembali pada sejarahnya, peristiwa Bandung Lautan Api dimulai dari kedatangan pasukan sekutu yang dipimpin Brigade Macdonald yang meminta senjata warga Bandung. Situasi ini semakin pecah ketika orang-orang Belanda lain mengacaukan keamanan negara.
Selepas dari itu, Tentara Republik Indonesia (TRI) dan pejuang mulai membalas dengan menyerang markas-markas sekutu. Hingga akhirnya sekutu mengeluarkan ultimatum kepada Gubernur Jawa Barat untuk segera mengosongkan wilayah Bandung Utara.
Namun, TRI dan pejuang lain kembali melakukan perlawanan, sehingga sekutu menjatuhkan ultimatum kedua yang meminta untuk mengosongkan seluruh Kota Bandung.
Meski beberapa tokoh sepakat mundur dengan pertimbangan politik dan keselamatan rakyat, tetapi pejuang lain tidak ingin menyerahkan wilayah tersebut kepada sekutu, lawannya. Pada akhirnya, separuh wilayah Bandung dibumihanguskan setelah rakyat diungsikan.
Hal ini mengorbankan beberapa bangunan dan kawasan Bandung, seperti Bank Rakyat Bandung, Asrama Tentara Rakyat Indonesia, kawasan Banceuy, Cicadas, Braga, hingga Tegalega.
Daya Tarik Wisata Monumen Bandung Lautan Api
Tidak hanya menyimpan sejarah perjuangan para pejuang terdahulu, kawasan Monumen Bandung Lautan Api juga memiliki sejumlah daya tarik yang membuat objek satu ini selalu ramai dikunjungi. Beberapa daya tariknya ialah sebagai berikut.
Adanya lukisan mural bertemakan sejarah
Memiliki area lapangan olahraga dan jogging track
Taman dan wahana permainan anak
Banyak tenant dan pedagang untuk wisata kuliner
Musala
Area yang luas dan nyaman untuk piknik
Tempat yang cocok untuk rekreasi sambil belajar sejarah
Monumen ini dapat dikunjungi kapan saja dengan lokasi di Jl. BKR, Ciateul, Kec. Regol, Kota Bandung.
Baca Juga: Sejarah Peristiwa Bandung Lautan Api dan Sejumlah Tokoh Pentingnya
Dengan banyaknya sejarah Monumen Bandung Lautan Api tentang peristiwa penting yang terjadi kala itu, tempat ini cocok untuk wisata rekreasi menyenangkan sambil nostalgia mengenang para pejuang. (INE)