Konten dari Pengguna

3 Cara Budidaya Belut di Kolam Terpal dengan Efisien

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara budidaya belut di kolam terpal. Sumber: Pexels/Kosygin Leishangthem
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara budidaya belut di kolam terpal. Sumber: Pexels/Kosygin Leishangthem

Budidaya belut semakin diminati karena permintaan pasar yang tinggi dan keuntungan yang menjanjikan. Ada beberapa cara budidaya belut di kolam terpal yang efisien dilakukan.

Dikutip dari Buku Farm Big Book, M. Ghufran H. Kordi K, (2013), belut adalah golongan ikan hermaprodit protogini, yaitu akan mengalami perubahan kelamin dari betina menjadi jantan pada ukuran dan umur tertentu.

Budidaya belut di kolam terpal banyak dilakukan, karena lebih praktis dan hemat biaya juga.

Cara Budidaya Belut di Kolam Terpal yang Bisa Dilakukan

Ilustrasi cara budidaya belut di kolam terpal. Sumber: Pexels/Anghelo Estrada Fu

Selain praktis dan hemat biaya, budidaya belut di kolam terpal juga tidak membutuhkan lahan yang terlalu luas. Penggunaan kolam terpal lebih mudah dalam perawatan hingga pengelolaan kualitas air dibandingkan dengan metode lainnya.

Inilah cara budidaya belut di kolam terpal yang penting untuk diperhatikan.

1. Menyiapkan Kolam Terpal

Langkah pertama adalah membuat kolam terpal yang sesuai dengan kebutuhan belut. Gunakan terpal berkualitas baik supaya tidak mudah bocor.

Ukuran kolam bisa diselesaikan. Letakkan kolam di tempat yang teduh agar suhu air tetap stabil.

2. Pemilihan Bibit Belut

Benih belut dapat diperoleh dari hasil tangkapan atau hasil budidaya dengan masing-masing kelebihan dan kekurangannya. Kekurangan bibit belut hasil tangkapan, yaitu ukurannya tidak seragam dan adanya kemungkinan adanya trauma karena penangkapan.

Sementara, untuk kelebihan bibit belut hasil tangkapan, rasanya yang lebih gurih, sehingga harga jualnya juga lebih tinggi.

Untuk kekurangan dari bibit hasil budidaya, yaitu harga jualnya lebih rendah. Sedangkan, kelebihannya adalah ukurannya tidak seragam, namun tersedia dalam jumlah banyak dan terjamin ketersediaannya. Lalu, daya tahan tubuhnya juga relatif lama, karena berasal dari induk seragam.

3. Siapkan Media Pemeliharaan dalam Kolam

Setelah kolam terpal dan bibit belut siap, siapkan juga media pemeliharaan dalam kolam, diantaranya yaitu:

  1. Pada lapisan pertama kolam terpal, jerami disusun setinggi 10 cm.

  2. Pada lapisan kedua, tambahan pukuk urea dengan dan NPK secukupnya.

  3. Setelah itu, pada lapisan ketiga pada kolam terpal, berilah lumpur sawah setinggi 5 cm.

  4. Pada lapisan keempat, tambahkan pupuk kandang setinggi 5 cm. Lalu beri lumpur sawah setinggi 5 cm.

  5. Lapisan selanjutnya, berilah cacingan, dan batang pisang dengan ketinggian 10 cm, dan beri lumpur sawah lagi setinggi 15 cm.

  6. Setelah itu, masukkan air ke dalam kolam terpal dengan ketinggian sekitar 30-50 cm.

  7. Kemudian, diamkan 1-2 minggu, untuk proses fermentasi pada air.

  8. Jika sudah, barulah penebaran benih belut dalam terpal.

Itulah tata cara budidaya belut di kolam terpal dengan efisien. Semoga membantu menghasilkan panen yang maksimal. (NOV)

Baca Juga: Cara Beternak Budidaya Belut dengan Modal Minimalis