3 Cara Budidaya Tanaman TOGA yang Perlu Diperhatikan

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara budidaya tanaman TOGA meliputi beberapa tahap, mulai dari pengolahan sampai dengan pemanenan. Salah satu tahap penting dalam melakukan budidaya TOGA adalah menghilangkan gulma pada lahan yang akan digunakan.
Tahap menghilangkan gulma termasuk penting karena jika gulma dibiarkan, pertumbuhan TOGA dapat terganggu. Hal itu dapat terjadi karena gulma merupakan tumbuhan sejenis rumput yang dapat mengganggu kehidupan tanaman utama.
Ketahui berbagai cara budidaya tanaman TOGA yang benar lainnya dalam ulasan berikut ini.
Cara Budidaya Tanaman TOGA
TOGA (Tanaman Obat Keluarga) merupakan salah satu prospek bisnis di bidang budidaya tanaman. TOGA termasuk jenis tanaman yang memiliki prospek bisnis bagus karena banyak dibutuhkan oleh masyarakat, baik itu untuk pengobatan maupun keperluan sehari-hari.
Contoh TOGA, yaitu jahe, kunyit, kencur, temulawak, kumis kucing, dan sebagainya.
Cara budidaya tanaman TOGA meliputi tahap pengolahan tanah, penanaman, pemeliharaan, serta pemanenan. Berikut penjelasannya.
1. Pengolahan Tanah
Mengutip dari buku Farmakognosi SMK/MAK karya Syarifah (2021: 20), pengolahan tanah bertujuan untuk menyiapkan tempat atau media tumbuh yang serasi bagi pertumbuhan tanaman.
Pada tahap tersebut, diperlukan tindakan untuk menghilangkan gulma. Gulma itu sendiri merupakan tumbuhan sejenis rumput yang dapat mengganggu kehidupan tanaman utama sehingga perlu dihilangkan agar TOGA bisa tumbuh sehat.
2. Penanaman dan Pemeliharaan
Setelah melakukan pengolahan tanah, baik itu menghilangkan gulma, menggemburkan tanah, dan lain-lain, tahap selanjutnya adalah penanaman. Tahap penanaman sama pentingnya dengan pengolahan tanah.
Proses penanaman harus sesuai dengan karakteristik bibit tanaman yang akan ditanam, misalnya dalam bentuk benih, stek, atau lainnya. Selain itu, tipe tanaman obat lain seperti merambat atau tidak juga perlu diperhatikan.
Setelah penanaman selesai, proses budidaya TOGA pun dilanjutkan dengan pemeliharaan. Pemeliharaan TOGA serupa dengan pemeliharaan tanaman lain, yakni:
Penyiraman;
Penyiangan gulma;
Perbaikan saluran air;
Pemangkasan tanaman kering; dan sebagainya.
Kegiatan-kegiatan tersebut perlu dilakukan agar TOGA bisa tumbuh dengan sehat. Jadi, hasil panen pun bisa optimal.
3. Pemanenan
Pemanenan adalah tahap yang dinantikan oleh setiap petani atau pemilik kebun TOGA. Ketika melakukan panen TOGA, ada hal yang perlu diperhatikan karena berbeda jenis tanaman, berbeda juga cara panennya.
Berikut adalah beberapa pedoman panen tanaman yang perlu diperhatikan.
Tanaman empon-empon: Cara panen tanaman empon-empon seperti temulawak adalah memanen saat bagian tanaman di atas tanah sudah menua atau kuning.
Tanaman saga: Proses panen dilakukan saat daun melakukan fotosintesis maksimal, yakni sebelum pembentukan buah.
Tanaman cengkih: Bunga dipetik sewaktu masih kuncup (belum berkembang).
Kesimpulannya, ada empat tahapan dalam cara budidaya tanaman TOGA yang perlu diterapkan. Setiap tahap harus dilakukan dengan tepat agar hasil panen optimal, baik itu dalam segi kualitas maupun kuantitas. (AA)
