3 Cara Karantina Ikan Koi yang Benar

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara karantina ikan koi yang benar dapat meminimalisir kematian serta pertumbuhan yang tidak sempurna. Ilmu dasar perawatan ikan koi adalah kunci utama yang harus diketahui para pembudidaya ikan koi atau para pencinta ikan koi.
Untuk mengetahui cara karantina yang baik agar ikan koi tidak stres, simak uraian di bawah ini.
Cara Karantina Ikan Koi yang Benar
Dikutip dari buku Ikan Koi karya Untung Mina Papilion dan Mahmud Efendi, berikut beberapa cara yang harus diperhatikan ketika melakukan karantina ikan koi.
1. Ikan yang Baru Datang Sebaiknya Diaklimatisasi Terlebih Dahulu
Cara aklimasi ikan koi, yaitu:
Plastik yang digunakan untuk membungkus ikan koi jangan dibuka terlebih dahulu.
Ikan yang masih terbungkus plastik tersebut dimasukkan ke dalam kolam karantina.
Setelah ikan yang ada di plastik suhunya sama dengan suhu kolam, langkah selanjutnya adalah kantong plastik dibuka dan ikan dimasukkan ke kolam.
Selama di dalam kolam karantina, ikan koi dipuasakan atau tidak diberikan makan.
Lakukan pengamatan secara ketat pada ikan yang baru datang. Jika ada ikan yang sakit atau ada tanda akan sakit, dapat segera dilakukan pemeriksaan dan pengobatan.
Setelah dikarantina selama 14 hari, ikan dipindahkan ke kolam semen yang telah difiltrasi.
Sebelum memasukkan ikan ke kolam baru, dianjurkan untuk merendam ikan koi menggunakan air kalium permanganat (PK) atau air garam dengan dosis rendah, kurang lebih sekitar 2 menit.
2. Pengobatan Ikan yang Baru Datang
Sebagaimana yang telah diuraikan di atas, pengamatan ketat pada ikan yang baru datang sangat wajib dilakukan agar ikan yang sakit dapat ditangani secara dini.
Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengobati ikan koi yang sakit.
Pengobatan yang dilakukan ketika ikan terdeteksi penyakit, yaitu ditaruh di tempat yang berbeda dan dirawat sampai sehat. Setelah itu, baru dikembalikan ke kolam karantina.
Jika ada ikan yang mati, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengambil ikan tersebut dari kolam, kemudian menguburnya. Hal ini dilakukan agar kumannya tidak menginfeksi ikan yang lain.
3. Menentukan Air
Air sangat menentukan kualitas ikan koi. Berikut jenis air yang cocok atau sesuai dengan keadaan koi.
Air untuk ikan sehat
Untuk karantina koi yang sehat, sebaiknya menggunakan air kolam yang sudah ada atau yang berasal dari kolam yang akan digunakan untuk menampung setelah proses karantina selesai.
Air untuk ikan sakit
Koi yang sakit akan merasa menderita ketika ditaruh di air yang berbeda. Maka dari itu, taruh ikan koi pada air tempat ia semula. Walaupun airnya keruh, hal ini tidak apa-apa.
Secara bertahap, baru dilakukan penggantian air yang memiliki keadaan hampir sama seperti semula.
Supaya ikan koi bisa beradaptasi dengan baik, proses karantina yang benar sangat penting untuk diterapkan.
