Konten dari Pengguna

3 Cara Memilih Jengkol yang Tua dengan Tepat

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi cara memilih jengkol yang tua, foto: unsplash/Anisa Wulan Asri
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi cara memilih jengkol yang tua, foto: unsplash/Anisa Wulan Asri

Jengkol adalah bahan makanan yang memiliki rasa khas dan banyak disukai oleh pecinta kuliner Nusantara. Agar mendapatkan jengkol yang enak dan empuk saat dimasak, penting untuk mengetahui cara memilih jengkol yang tua dengan tepat.

Jengkol yang sudah tua memiliki tekstur lebih padat, rasa lebih nikmat, dan lebih mudah diolah.

Cara Memilih Jengkol yang Tua

Ilustrasi cara memilih jengkol yang tua, foto: unsplash/Dan Gold

Mengutip dari situs uma.ac.id, berikut adalah tiga cara memilih jengkol yang tua dengan tepat agar masakan semakin lezat.

1. Perhatikan Bentuk Jengkol

Salah satu cara memilih jengkol yang tua adalah dengan memperhatikan bentuknya. Jengkol yang sudah tua biasanya berbentuk bulat sempurna dan agak menggembung.

Hindari memilih jengkol yang berbentuk gepeng atau terlalu pipih karena kemungkinan besar itu adalah jengkol yang masih muda.

Jengkol yang bulat dan besar cenderung memiliki rasa lebih legit setelah dimasak.

2. Cek Kulit dan Tekstur Jengkol

Jengkol tua memiliki kulit luar yang lebih kasar dan tebal dibandingkan jengkol muda. Saat memilih jengkol, pastikan untuk memilih yang memiliki kulit mulus dan tidak rusak.

Kulit jengkol yang masih mulus menandakan bahwa biji di dalamnya masih dalam kondisi baik dan tidak terkena hama.

Selain itu, jengkol tua biasanya memiliki tekstur lebih keras saat masih mentah, tetapi akan lebih mudah melunak saat direbus.

3. Perhatikan Warna dan Ukuran

Ukuran dan warna juga menjadi indikator penting dalam cara memilih jengkol yang tua. Jengkol tua biasanya berukuran lebih besar dibandingkan jengkol muda.

Selain itu, saat dikupas, jengkol tua memiliki warna merah kecoklatan, sedangkan jengkol muda cenderung lebih pucat atau kehijauan.

Warna merah kecoklatan menandakan bahwa jengkol telah mencapai kematangan sempurna dan siap diolah menjadi berbagai hidangan lezat.

Dengan mengetahui cara memilih jengkol yang tua, pembeli bisa mendapatkan jengkol berkualitas terbaik untuk masakan.

Jengkol tua lebih nikmat, mudah diolah, dan memiliki rasa yang lebih kuat dibandingkan jengkol muda.

Pastikan selalu memilih jengkol dengan ciri-ciri di atas agar hasil masakan lebih maksimal. Selamat mencoba dan menikmati kelezatan jengkol dalam berbagai sajian favorit di rumah. (Echi)

Baca juga: Pupuk untuk Pohon Jengkol agar Berbuah Lebat