Konten dari Pengguna

3 Cara Menyimpan Adonan Pizza agar Tetap Mengembang

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Menyimpan Adonan Pizza. Pexels/Muffin Creatives
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Menyimpan Adonan Pizza. Pexels/Muffin Creatives

Cara menyimpan adonan pizza berpengaruh besar terhadap kualitas akhir dari roti yang dihasilkan. Jika tidak disimpan dengan tepat, adonan dapat kehilangan elastisitas dan kemampuan mengembangnya.

Dikutip dari buku Roti dan Kue Teknik dan Resep, Yasa Boga, 2015:45, adonan pizza harus dijaga kelembapannya dan diletakkan dalam suhu yang sesuai agar fermentasi tetap berjalan optimal.

Hal ini penting untuk menjaga tekstur adonan yang lentur dan ringan saat dipanggang.

Cara Menyimpan Adonan Pizza

Ilustrasi Cara Menyimpan Adonan Pizza. Pexels/Brett Jordan

Berikut ini adalah tiga cara menyimpan adonan pizza agar tetap mengembang dengan sempurna dan tidak kehilangan kualitas tekstur serta rasanya.

1. Simpan di Dalam Kulkas dengan Wadah Tertutup

Metode pertama dalam cara menyimpan adonan pizza adalah meletakkannya dalam wadah tertutup dan menyimpannya di dalam kulkas.

Suhu dingin memperlambat fermentasi tanpa menghentikannya sepenuhnya, menjaga adonan tetap hidup hingga waktu pemakaian.

Menyimpan adonan dalam suhu 4°C hingga 6°C selama maksimal 48 jam masih memungkinkan adonan tetap mengembang saat dipanggang.

Wadah yang digunakan sebaiknya terbuat dari plastik atau kaca yang dapat ditutup rapat. Sebelum ditutup, oleskan sedikit minyak di permukaan adonan agar tidak kering.

2. Bekukan untuk Penyimpanan Lebih Lama

Untuk penyimpanan lebih dari dua hari, cara menyimpan adonan pizza yang efektif adalah dengan membekukannya.

Setelah melalui proses fermentasi pertama, adonan bisa dibentuk bulat dan dibungkus plastik atau dimasukkan ke dalam kantong ziplock, lalu dibekukan.

Sebaiknya mencairkannya di suhu ruang selama 4–5 jam sebelum digunakan agar adonan kembali lentur dan siap diolah.

Langkah ini sangat berguna bagi pemilik usaha kuliner atau rumah tangga yang ingin menyiapkan adonan dalam jumlah banyak tanpa takut basi.

3. Gunakan Suhu Ruang untuk Fermentasi Cepat

Bagi yang hendak memanggang dalam waktu dekat, menyimpan adonan pada suhu ruang menjadi salah satu cara menyimpan adonan pizza jangka pendek yang praktis.

Biarkan adonan dalam wadah tertutup selama 1–2 jam untuk fermentasi optimal sebelum dibentuk dan dipanggang. Suhu ruang ideal berkisar antara 26°C hingga 30°C agar ragi bekerja dengan maksimal.

Namun, perlu diperhatikan bahwa adonan yang terlalu lama di suhu ruang akan overproof dan menyebabkan teksturnya menjadi asam atau lembek saat dipanggang.

Mengetahui cara menyimpan adonan pizza yang tepat sangat penting agar adonan tetap bisa mengembang sempurna saat dipanggang.

Baik disimpan di kulkas, dibekukan, atau dibiarkan di suhu ruang, semuanya harus dilakukan dengan kontrol waktu dan suhu yang sesuai. (Phonna)

Baca Juga: Cara Mengukus Siomay agar Tidak Lengket dan Tidak Mudah Basi