Konten dari Pengguna

3 Cara Pruning Cabai Rawit agar Tanaman Lebih Subur dan Panen Melimpah

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

ยทwaktu baca 2 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Cara Pruning Cabai Rawit. pexels/icon0 com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Cara Pruning Cabai Rawit. pexels/icon0 com

Cabai rawit merupakan komoditas hortikultura yang banyak digunakan dalam masakan. Jenis cabai yang memiliki nilai jual tinggi ini memerlukan cara pruning cabai rawit agar dapat tumbuh subur.

Dikutip dari Zulharmi dkk, Pengaruh Waktu dan Panjang Pemangkasan Pucuk Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Cabai Rawit, Agrovital: Jurnal Ilmu Pertanian, 198, tanaman cabai rawit sangat penting terus diproduksi karena kebutuhannya yang terus meningkat, baik di dalam negeri atau di luar negeri.

Cara Pruning Cabai Rawit agar Tanaman Subur

Ilustrasi Cara Pruning Cabai Rawit. pexels/Jessica Lewis ๐Ÿฆ‹ thepaintedsquare

Berikut ini adalah beberapa cara pruning cabai rawit yang efektif untuk membuat tanaman subur dan hasil panen melimpah.

1. Memangkas Tunas Awal untuk Membentuk Batang yang Kuat

Setelah penanaman, di awal pertumbuhan 2โ€“3 minggu pertama cabai rawit mulai mengeluarkan tunas-tunas samping. Tunas ini perlu dipangkas supaya tanaman fokus membentuk batang utama yang kuat.

Pangkas tunas yang muncul di bagian bawah batang dan dekat permukaan tanah. Langkah ini membantu akar bekerja optimal untuk menopang pertumbuhan dan meminimalisir risiko penyakit karena terlalu lembap di bagian bawah tanaman.

Pruning awal juga dapat membantu mengarahkan energi tanaman untuk tumbuh secara vertikal, bukan menjadi tunas yang tidak produktif.

2. Memangkas Cabang Daun Tua dan Tidak Produktif

Saat tanaman cabai memasuki usia 1โ€“1,5 bulan, mulailah terbentuk banyak cabang dan daun. Pada tahap ini, memangkas cabang yang tumbuh terlalu rapat atau mengarah ke dalam sangat penting, karena dapat menghambat proses sirkulasi udara dan pencahayaan.

Cabang yang rimbun dapat menyebabkan tanaman terlalu lembap, dan akhirnya memicu serangan jamur dan hama.

Selain itu, daun-daun yang sudah tua dan menguning sebaiknya dipotong untuk merangsang pertumbuhan daun baru yang sehat.

3. Pruning setelah Panen Pertama untuk Regenerasi

Setelah panen, tanaman cabai rawit masih bisa terus berproduksi apabila dirawat dengan benar. Salah satu cara merawatnya adalah dengan melakukan pruning untuk regenerasi.

Potonglah cabang yang sudah tidak berbuah lagi, cabang kering, dan daun-daun yang menua. Tujuannya adalah untuk merangsang pertumbuhan tunas baru dan memperpanjang masa produksi tanaman.

Pruning pasca panen ini sangat penting untuk menjaga kesehatan tanaman agar tetap subur dan siap menghasilkan buah kembali.

Dengan menerapkan cara pruning cabai rawit di atas, petani bisa menjaga tanaman cabai terus tumbuh subur, menghasilkan panen yang lebih banyak. Teknik ini efektif diterapkan di kebun rumah ataupun budidaya cabai dengan skala besar. (Win)

Baca Juga: Cara Menanam Terong Tanpa Mulsa agar Hasil Panen Melimpah