Konten dari Pengguna

3 Penyakit Tanaman Karet dan Cara Pengendaliannya

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi penyakit tanaman karet dan cara pengendaliannya, Pexels/Felix Mittermeier
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penyakit tanaman karet dan cara pengendaliannya, Pexels/Felix Mittermeier

Topik mengenai penyakit tanaman karet dan cara pengendaliannya sering dicari oleh para petani karet. Tanaman ini merupakan salah satu tanaman yang banyak dibudidayakan di Indonesia.

Tanaman Karet, atau Ficus Elastica, disukai karena sifatnya yang kuat, perawatannya mudah, dan daunnya yang hijau subur. Namun, tanaman ini rentan terhadap hama dan penyakit jika tidak mendapatkan perawatan yang tepat.

Penyakit Tanaman Karet dan Cara Pengendaliannya

Ilustrasi penyakit tanaman karet dan cara pengendaliannya, Pexels/Valentin S

Terdapat berbagai hama yang dapat menyerang tanaman karet. Hama tersebut dapat menjadi penyakit apabila tidak ditangani dengan tepat. Inilah deretan penyakit tanaman karet dan cara pengendaliannya berdasarkan situs web simplifyplants.

1. Kutu Daun

Kutu daun pada tanaman karet adalah serangga kecil bertubuh lunak yang sebagian besar berkumpul di bawah daun dan kuncup baru. Hama ini memakan getah tanaman dan menyebabkan daun menjadi kuning atau cokelat, keriting, dan terdistorsi.

Petani karet dapat memisahkan tanaman dan menyingkirkan daun yang terinfeksi parah untuk menghindari penyebaran. Siram tanaman, terutama bagian bawah daun, untuk merontokkan hama.

Buatlah semprotan buatan sendiri dengan menambahkan 1 sendok teh sabun cuci piring dengan seperempat air dan oleskan ke area yang terkena hama. Fokuskan penyemprotan di bawah daun dan di dekat serangga.

Lepaskan predator alami seperti kepik, lacewings, dan hoverfly. Hawan ini akan memakan hama dan membuat tanaman bebas penyakit.

Gunakan sabun insektisida atau minyak nimba untuk membuat serangga mati lemas. Oleskan setiap 7 hingga 10 hari hingga kutu daun mati.

2. Kutu putih

Kutu putih adalah serangga kecil, putih, dan tampak seperti kapas. Petani dapat mengidentifikasi serangan kutu putih dengan melihat kelompok berbulu halus atau zat seperti kapas di bawah daun atau di sepanjang batang.

Serangga ini mengeluarkan embun madu dan mendorong pertumbuhan jamur jelaga hitam. Jika petani menemukan zat putih, berikut adalah beberapa solusi untuk membasmi kutu putih:

  1. Pisahkan tanaman yang berpenyakit untuk menghindari penyebaran ke tanaman hias lainnya.

  2. Semprotkan minyak nimba untuk mengendalikan hama.

  3. Celupkan kapas dengan alkohol.

  4. Gosok dan bersihkan area yang terinfeksi untuk membunuh kutu putih dengan kapas yang sudah dicelupkan ke dalam alkohol.

  5. Lepaskan predator alami seperti kepik, tawon parasit, dan kumbang predator Cryptolaemus montrouzieri agar mereka memakan serangga.

  6. Gunakan insektisida sistemik yang dibuat untuk membunuh kutu putih.

Insektisida sistemik diserap oleh tanaman dan dipindahkan ke berbagai bagian tanaman. Serangga yang mencoba menghisap getah karet akan memakan insektisida tersebut dan mati.

3. Laba-laba

Hama laba-laba yang umum adalah laba-laba merah dan laba-laba berbintik dua. Laba-laba jenis ini jarang terlihat oleh mata telanjang. Hewan ini tinggal di bawah daun dan membuat sarang.

Jenis laba-laba tersebut memakan getah tanaman. Tanaman yang diserang akan berwarna kuning, cokelat, atau keriting.

Petani dapat mengidentifikasi serangan mereka melalui jaring-jaring pada daun dan batang. Berikut adalah hal-hal yang perlu dilakukan untuk mengobati serangan laba-laba.

  1. Pisahkan tanaman yang terinfeksi

  2. Pangkas daun yang terinfeksi.

  3. Campurkan satu sendok makan minyak nimba, 1 sendok teh sabun cuci piring cair, dan seperempat air ke dalam botol semprot.

  4. Gunakan semprotan pada bagian yang terinfeksi. Cairan ini akan membuat serangga lemas dan mati.

  5. Ulangi penyemprotan setiap beberapa hari. Gunakan serangga atau tungau predator seperti Phytoseiulus persimilis atau Neoseiulus californicus.

  6. Gunakan Miticides untuk mengendalikan tungau. Ikuti petunjuk untuk menghindari overdosis.

Penyakit tanaman karet dan cara pengendaliannya dapat dilakukan dengan baik apabila petani mengetahui jenis hama yang menyerang tanaman karet. Selalu pisahkan tanaman yang terinfeksi intuk pengobatan yang lebih optimal. (Fia)

Baca juga: 5 Cara Tanam Melati Air di Rumah