3 Penyebab Bunga Sawo Rontok yang Perlu Diwaspadai

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kerontokan bunga pada tanaman sawo (Manilkara zapota) kerap terjadi tanpa gejala yang jelas. Banyak petani masih mencari tahu penyebab bunga sawo rontok yang bisa berdampak langsung pada jumlah dan kualitas hasil panen.
Kondisi ini menunjukkan pentingnya memahami karakter tumbuh sawo sebagai tanaman tropis dari famili Sapotaceae. Tanpa penanganan tepat, gangguan pada bunga dapat meluas menjadi masalah besar dalam produksi buah.
Penyebab Bunga Sawo Rontok
Tak berbeda jauh dengan penyebab rontok bunga pada tanaman lainnya, menurut laman diperpa.badungkab.go.id, digitani.ipb.ac.id, dan agri.bot, berikut adalah tiga penyebab bunga sawo rontok yang paling sering terjadi:
1. Ketidakstabilan Iklim dan Faktor Fisik
Pada dasarnya, bunga sawo sangat sensitif terhadap perubahan iklim. Suhu siang hari yang terlalu tinggi dan kelembapan rendah menyebabkan penguapan berlebih, sehingga jaringan bunga kehilangan air dan mudah rontok.
Selain itu, curah hujan tinggi juga dapat menjadi penyebab utama. Ketika bunga terlalu basah, serbuk sari akan menempel satu sama lain dan gagal membuahi putik, sehingga menyebabkan bakal buah tidak terbentuk secara sempurna.
Karena itu, agar bunga tetap terlindungi, diperlukan tindakan pencegahan sederhana. Penggunaan pelindung plastik bening di atas kuntum bunga dapat menjaga mikroklimat dan meningkatkan keberhasilan penyerbukan.
2. Kekurangan Fosfor dan Kalium
Di sisi lain, kerontokan bunga juga berkaitan erat dengan nutrisi tanaman. Kekurangan fosfor (P) menghambat pembentukan bunga, sedangkan kalium (K) yang rendah menyebabkan tangkai bunga lemah dan mudah rusak.
Apabila kedua unsur ini tidak tersedia dalam jumlah cukup, bunga sawo akan gugur sebelum berubah menjadi buah. Hal ini terjadi karena jaringan tidak cukup kuat menopang aktivitas metabolisme selama periode generatif.
Untuk mencegahnya, penting melakukan pemupukan seimbang sesuai kebutuhan tanaman. Pemberian KCl atau KNO₃, didukung irigasi yang memadai, akan membantu penyerapan unsur hara dan menjaga kesehatan fisiologis bunga.
3. Serangan Hama dan Patogen
Tidak hanya faktor lingkungan dan nutrisi, gangguan biologis juga berperan besar. Setelah penyerbukan, bakal buah muda sering diserang ulat, penggerek, atau kutu yang merusak jaringan dan menghentikan tumbuh buah.
Kerusakan fisik ini kemudian memancing infeksi patogen. Jamur seperti Phytophthora dan Colletotrichum kerap menyerang bagian luka, menyebabkan pembusukan lokal, jaringan menghitam, lalu bunga gugur sebelum matang.
Untuk mengurangi risiko tersebut, pengendalian hama terpadu (PHT) sangat dianjurkan. Penggunaan pestisida nabati, fungisida selektif, serta pemantauan rutin dapat menjaga bunga tetap sehat dan mampu berkembang menjadi buah.
Itulah daftar penyebab bunga sawo rontok yang perlu diwaspadai oleh para petani. Semoga informasi tersebut dapat menambah wawasan serta mendorong penerapan langkah pencegahan yang lebih efektif di lapangan. (Nida)
Baca Juga: Cara Konsumsi Bunga Telang dan Manfaatnya untuk Kesehatan
