Konten dari Pengguna

3 Penyebab Larva Lele Kembung yang Wajib Diketahui dan Dihindari

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Penyebab Larva Lele Kembung. Pexels/Denise H.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Penyebab Larva Lele Kembung. Pexels/Denise H.

Penyebab larva lele kembung menjadi perhatian utama dalam budidaya ikan lele. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh gangguan pada sistem pencernaan yang memicu penumpukan gas di dalam tubuh larva.

Dikutip dari buku Panduan Praktis Pembenihan Lele, Supriyadi, 2018:74, larva yang mengalami kembung cenderung menunjukkan gejala seperti perut membesar, nafsu makan menurun, hingga berenang terbalik.

Jika tidak segera diatasi, kondisi ini dapat berujung pada kematian massal, sehingga penting bagi peternak untuk memahami penyebab utamanya.

Penyebab Larva Lele Kembung

Ilustrasi Penyebab Larva Lele Kembung. Pexels/Adapix

Berikut ini merupakan penyebab larva lele kembung yang wajib diketahui.

1. Pemberian Pakan Berlebih

Pemberian pakan secara berlebihan menjadi penyebab larva lele kembung yang paling sering terjadi. Pakan yang berlebih akan menyebabkan sisa makanan mengendap di dasar kolam, yang kemudian membusuk dan menghasilkan gas amonia.

Larva yang mengonsumsi sisa pakan ini akan mengalami gangguan pencernaan, menyebabkan penumpukan gas dalam perutnya. Solusi yang disarankan adalah mengatur jadwal pemberian pakan dengan porsi yang tepat, disesuaikan dengan usia dan kebutuhan larva.

2. Kualitas Air yang Buruk

Kualitas air yang buruk juga menjadi penyebab larva lele kembung yang sering diabaikan. Dikutip dari buku Budidaya Ikan Lele Modern, Budi Santosa, 2020:98, disebutkan bahwa kadar amonia tinggi dan rendahnya oksigen terlarut dapat merusak saluran pencernaan larva.

Kondisi ini memicu terjadinya gangguan metabolisme dan penumpukan gas.

Langkah pencegahannya adalah menjaga kualitas air dengan mengganti air secara berkala, memastikan sirkulasi air berjalan baik, serta menghindari penumpukan kotoran di dasar kolam.

3. Infeksi Bakteri

Infeksi bakteri, terutama yang disebabkan oleh Aeromonas hydrophila, juga menjadi penyebab larva lele kembung. Bakteri ini dapat menyerang sistem pencernaan larva, menyebabkan perut buncit, penurunan nafsu makan, dan perilaku berenang terbalik.

Pencegahannya adalah dengan menjaga kebersihan kolam, memberikan pakan yang steril, dan menggunakan antibiotik sesuai dosis yang direkomendasikan.

Penyebab larva lele kembung umumnya berkaitan dengan pakan, kualitas air, dan infeksi bakteri.

Dengan pengaturan pakan yang tepat, menjaga kebersihan kolam, serta pengobatan yang sesuai, risiko larva kembung dapat diminimalkan, sehingga pertumbuhan lele menjadi lebih optimal. (Phonna)

Baca Juga: Kroto vs Jangkrik: Mana Pakan Terbaik untuk Burung Peliharaan?