Konten dari Pengguna

3 Penyebab Martabak Bantat yang Sering Terjadi saat Memasak

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Penyebab Martabak Bantat. Pexels/SAULO LEITE
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Penyebab Martabak Bantat. Pexels/SAULO LEITE

Penyebab martabak bantat kerap menjadi permasalahan saat memasak martabak telur, terutama bagi yang baru belajar membuat hidangan ini.

Martabak telur yang seharusnya empuk, gurih, dan mengembang justru menjadi bantat, keras, dan kurang nikmat disantap.

Penyebab Martabak Bantat

Ilustrasi Penyebab Martabak Bantat. Pexels/Snappr

Dikutip dari buku Rahasia Sukses Membuat Martabak, Evi Nurhayati, 2017:33, martabak bantat biasanya disebabkan oleh kesalahan pada tahap persiapan adonan, ketidakseimbangan takaran bahan, dan teknik memasak yang tidak tepat.

Memahami hal ini sangat penting agar martabak telur buatan sendiri memiliki tekstur sempurna dan cita rasa yang lezat.

Berikut ini adalah tiga penyebab martabak bantat yang sering terjadi saat memasak dan penting untuk diperhatikan agar hasil martabak telur tetap empuk dan menggugah selera.

1. Adonan Tidak Dibiarkan Istirahat

Salah satu penyebab martabak bantat adalah adonan yang langsung digunakan tanpa diberi waktu istirahat.

Adonan martabak telur idealnya dibiarkan selama 30 menit atau lebih agar gluten terbentuk dengan baik. Hal ini membuat adonan elastis dan mudah dibentuk saat akan dimasak.

Adonan yang tidak cukup beristirahat akan menghasilkan martabak dengan tekstur keras dan bantat karena proses pembentukan gluten belum sempurna.

2. Perbandingan Telur dan Tepung Tidak Tepat

Kesalahan dalam perbandingan telur dan tepung juga menjadi penyebab martabak bantat.

Telur berfungsi untuk memberikan kelembutan dan mengikat adonan agar tidak mudah hancur. Jika jumlah telur terlalu sedikit dibandingkan tepung, martabak akan terasa kering dan keras saat dimakan.

Takaran bahan yang seimbang sangat memengaruhi hasil akhir martabak agar tetap empuk dan gurih.

3. Teknik Menggoreng Tidak Benar

Penyebab martabak bantat berikutnya berasal dari teknik menggoreng yang kurang tepat.

Api yang terlalu besar membuat bagian luar martabak cepat matang atau bahkan gosong, sementara bagian dalamnya belum matang sempurna. Akibatnya, martabak menjadi padat dan bantat.

Dalam buku yang sama dijelaskan bahwa penggunaan api sedang akan membantu panas merata hingga ke dalam sehingga martabak matang dengan sempurna.

Dengan memahami penyebab martabak bantat, setiap langkah pembuatan martabak bisa dilakukan dengan lebih teliti.

Perhatian pada adonan, takaran bahan, serta teknik menggoreng akan membantu menghasilkan martabak telur yang empuk, gurih, dan menggugah selera. Kunci utamanya adalah kesabaran dan ketelitian dalam setiap proses memasak. (Anggie)

Baca Juga: 5 Tips agar Perkedel Kentang Lembut dan Tidak Hancur saat Digoreng