Konten dari Pengguna

3 Penyebab Selada Bolting yang Wajib diketahui Petani

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi selada sumber foto pixabay.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi selada sumber foto pixabay.com

Penyebab selada bolting adalah ilmu yang wajib dipahami oleh para petani sebelum mulai menanam. Dengan demikian dapat mencegah segala kemungkinan yang terjadi dalam proses penanaman sampai dengan pemanenan.

Menyadur dari buku yang berjudul Panen Sayur secara Rutin di Lahan Sempit karya Hesti Dwi Setyaningrum dan ‎Cahyo Saparinto, tanaman selada mengandung vitamin A, B, C, iodium, fosfor, besi, tembaga, kobalt, seng, kalsium, mangan, serta potasium. Sehingga sangat bermanfaat untuk kesehatan.

Lantas, apa saja yang menyebabkan selada bolting saat ditanam meskipun sudah dirawat dengan baik? Simak selengkapnya di sini.

3 Penyebab Selada Bolting yang Sering Terjadi

ilustrasi selada. Sumber foto pixabay.com

Bolting merupakan salah satu masalah yang sebenarnya muncul secara alami ketika tanaman memasuki fase generatif, yaitu masa dimana tanaman akan mulai menghasilkan bunga yang nantinya akan menjadi biji.

Berikut 3 penyebab selada bolting yang patut diwaspadai oleh para petani dengan baik.

1. Suhu Udara yang Panas

Selada (Lactuca sativa L) sebenarnya merupakan jenis tanaman yang cocok dibudidayakan di daerah yang dingin atau kawasan pegunungan. Ketika ditanam pada lingkungan yang tidak sesuai, tanaman akan lebih cepat memasuki fase generatif.

Oleh karena itu, sebelum memulai prosesnya, cermati terlebih dahulu lingkungan yang akan dijadikan tempat budidaya selada ini. Apabila lokasinya sangat panas sebaiknya buat pelindung buatan dari paranet dan blower.

Namun, jika proses penanaman di dalam greenhouse dapat dilakukan pemasangan blower dan pendingin. Karena suhu terbaik agar selada dapat tumbuh dengan optimal adalah di kisaran 18-24 C.

2. Paparan Sinar Matahari Terlalu Lama

Biasanya iklim tropis seperti di Indonesia akan memiliki hari yang panjang dengan paparan sinar matahari selama 8 sampai 10 jam lamanya.

Sementara itu, secara genetis tanaman selada mempunyai jam biologis yang cukup pendek. Akibatnya akan mengalami bolting saat mendapatkan penyinaran lebih dari 8 jam.

3. Stres Akibat Cekaman Panas Tanah Kering

Pada umumnya selada lebih subur jika tumbuh di tanah yang gembur dengan tingkat kelembapan tinggi. Jika ditanam pada musim kemarau, tanah yang kering dapat menyebabkan bolting pada tanaman selada yang masih muda.

Untuk mengatasinya, ketika tanaman mulai terlihat kering siram secara rutin dan tambahkan mulsa dari jerami padi agar penguapan dapat dicegah.

Kandungan organik yang tinggi pada tanah juga mampu menyimpan air yang lebih baik. Tambahkan pupuk organik yang terbuat dari fermentasi kotoran ternak maupun sisa-sisa tanaman.

Demikian beberapa penyebab selada bolting yang wajib diwaspadai para petani ketika ingin hasil panen yang maksimal. (FRM)