4 Cara Menanam Jahe di Lahan Terbuka Agar Berhasil

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Jahe, rempah dari Asia Tenggara yang sudah dikenal luas oleh masyarakat. Rempah satu ini biasa digunakan sebagai penyedap makanan sampai dengan obat tradisional, lho.
Dengan segudang manfaat dan kegunaan, melakukan budidaya jahe cukup menguntungkan. Nah, jika kamu tertarik dan ingin mencari tahu cara menanam jahe di lahan terbuka, silahkan simak artikel ini.
Cara Menanam Jahe Agar Berhasil
Dikutip dari buku 56 Makanan Ajaib dan Manfaatnya untuk Kesehatan dan Kecantikan karya Yusuf CK Arianto, jahe mempunyai beberapa jenis yang dikenal oleh masyarakat. Diantaranya, jahe gajah atau jahe badak, bentuknya agak besar, rasanya tidak terlalu pedas. Ada lagi jahe kuning, sering digunakan untuk pennyedap masakan. Terakhir, ada jahe merah, bewarna merah dengan rasa paling pedas dan kandungan minyak atsiri yang cukup tinggi.
1. Persiapkan Lahan
Menanam jahe di lahan terbuka biasanya bertujuan untuk penanaman dengan jumlah banyak. Nah, sebelum kamu menanam jahe, persiapkan terlebih dahulu tanah kosong serta kesuburannya. Pilih tanah yang subur, tidak berkerikil, berhumus.
Setelah itu bersihkan tanah dari gulma dan hama yang ada. Lalu cangkul lahan sekitar 25-35 cm, jika ingin mendapatkan lahan yang gembur, pencangkulan disertai dengan badengan lebar 85-125 cm. Jarak antar bedengan 25-30 cm.
Setelah mencangkul, tambahkan campuran pupuk dan jerami, lalu tunggu selama satu minggu.
2. Pilih Bibit Jahe
Agar mendapatkan hasil terbaik, pilihlah bibit dengan kualitas terbaik. Bibit yang dipilih juga harus sesuai dengan jenis jahe yang kita inginkan. Bibit terbaik biasanya dapat kamu ambil langsung dari lahan atau kebun jahe tua, sekitar 8-10 bulan.
Perhatikan juga rimpangnya, pilihlah rimpang yang sehat dan mulus, terbebas dari hama, serta memiliki kulit yang sehat.
3. Proses Menyemai
Langkah selanjutnya, menyemai bibit jahe. Prosesnya:
Letakkan rimpang jahe di tempat yang tersinar matahari. Hal ini bertujuan untuk mengeringkan rimpang jahe, tapi perlu diingat, jangan terlalu kering.
Simpan rimpang tersebut selama satu atau satu setengah bulan
Potong menjadi 3-5 mata tunas perimpangnya. Setelah itu jemur kembali selama sepertiga hari.
Rendam bibit ke dalam antibiotik sesuai dosis yang ditentukan. Lalu jemur kembali.
Siapkan bahan untuk semai berupa kayu, sekam padi, atau bisa juga dengan abu gosok.
Lapisi bagian bawah kotak kayu dengan sekam padi, letakkan bibit di atasnya. Ulangilah proses pelapisan padi lalu tutup dengan sekam padi.
Taruh bibit jahe di tempat yang teduh untuk melindunginya dari panas atau hujan.
Setelah bibit jahe memunculkan tunas, pilih tunas dengan kualitas terbaik.
Jika ingin mendapat hasil yang bagus, lakukanlah proses semai selama satu sampai satu setengah bulan.
4. Proses Menanam
Terakhir, proses penanaman jahe. Langkah awal, buatlah parit di atas bedengan terlebih dahulu, beri jarak. Letakkan bibit pada parit dengan posisi mata tunas menghadap atas. Lalu tutup bibit dengan tanah setebal 5 cm.
Nah, itu dia cara menanam jahe di lahan terbuka untuk hasil panen yang bagus. Mudah bukan? Walaupun memakan waktu, tapi akan terbayar setelah jahemu panen. Semoga bermanfaat! (RAF)
