4 Manfaat Pupuk Bokashi bagi Tanaman dan Cara Pembuatannya

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dengan sejumlah manfaat pupuk bokashi bagi tanaman yang signifikan, bokashi dapat menjadi pilihan utama bagi para petani dan penggemar tanaman yang ingin meningkatkan kualitas dan hasil panen.
Dikutip dari situs kmisfip2.menlhk.go.id, pupuk bokashi adalah pupuk yang dihasilkan dari fermentasi bahan-bahan organik, seperti serbuk gergaji, sekam, kotoran hewan, dan lain-lain.
Manfaat Pupuk Bokashi bagi Tanaman
Dikutip dari situs dlhk.bantenprov.go.id, bokashi memiliki manfaat yang dapat bersaing dengan pupuk lainnya. Manfaat pupuk bokashi bagi tanaman, antara lain:
1. Membantu Menggemburkan Tanah
Pupuk bokashi dapat membantu menggemburkan tanah, sehingga tanah tidak lengket saat basah dan tidak keras ketika tanah kering. Dengan diberikannya bokashi, maka struktur tanah akan gembur dan dapat menyimpan air lebih lama.
Selain itu, dengan diberikannya pupuk bokashi membantu menghidupkan kembali mikroba-mikroba di dalam tanah. Mikroba berguna untuk memudahkan proses pembentukan bahan-bahan organik di dalam tanah.
2. Memberikan Unsur Hara yang Cukup untuk Tanaman
Pupuk bokashi memberikan unsur hara yang cukup untuk tanaman untuk proses pertumbuhan dan membantu dalam pertumbuhan akar tanaman sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik dan diharapkan dapat meningkatkan hasil dari panen.
3. Mengurangi Kebutuhan Pupuk Kimia
Dengan penggunaan pupuk bokashi secara teratur, kebutuhan akan pupuk kimia dapat berkurang.
Pupuk bokashi tidak hanya memberikan nutrisi, tetapi juga memperbaiki struktur tanah sehingga tanaman dapat tumbuh dengan lebih optimal tanpa bergantung pada pupuk kimia yang berlebihan.
Ini memberikan kontribusi pada praktik pertanian yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
4. Menekan Pertumbuhan Gulma dan Penyakit
Manfaat pupuk bokashi bagi tanaman lainnya adalah menekan pertumbuhan gulma dan penyakit.
Proses fermentasi bokashi menciptakan kondisi yang tidak menguntungkan bagi pertumbuhan gulma dan patogen penyebab penyakit tanaman.
Mikroorganisme dalam bokashi dapat bersaing dengan patogen dan gulma, mengurangi risiko serangan dan menjaga kesehatan tanaman.
Cara Pembuatan Pupuk Bokashi
Dikutip dari situs kmisfip2.menlhk.go.id, berikut ini cara membuat pupuk bokashi.
1. Alat yang Dibutuhkan
Alat-alat yang dibutuhkan untuk membuat pupuk bokashi, yaitu:
Sekop, digunakan untuk mengambil dan mencampurkan bahan-bahan.
Terpal, digunakan untuk alasnya. Selain terpal, bahan lain dapat digunakan dan yang penting dapat digunakan sebagai alas untuk pencampuran bahan.
Drum atau gentong plastik lebih disarankan karena lebih mudah untuk membersihkannya daripada ember. Selain itu, gentong plastik lebih awet karena tidak akan karatan.
Ember plastik. Sebaiknya siapkan ember plastik yang volumenya hingga 10 liter. Ember plastik digunakan untuk mencampur larutan dan obat.
Sprayer atau semprotan tangan. Nantinya dipakai agar obat dapat tersebar dengan merata.
Sarung tangan plastik, sepatu boot, dan masker. Jika ada yang belum biasa dengan misalnya kotoran ternak, maka dapat menyiapkan sarung tangan plastik, sepatu boot dan masker untuk menjaga diri.
2. Bahan Pembuatan
Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat pupuk bokashi, yakni:
Dedak
Arang sekam
Serbuk gergaji
Pupuk kandang
Em4
MOL
Air
3. Langkah-langkah Pembuatan
Berikut adalah langkah-langkah membuat pupuk bokasi.
Lentangkan terpal yang telah disiapkan sebelumnya.
Tuangkan pupuk kandang dan juga serbuk gergaji.
Tambahkan MOL yang telah dicampur dengan air. Setelahnya, aduk dengan rata.
Tuangkan dedak dan tambahkan MOL serta Em4, lalu aduk hingga merata.
Tutup terpal dengan rapat agar udara tidak masuk.
Fermentasikan 14 hingga 15 hari.
Dari sejumlah manfaat pupuk bokashi bagi tanaman di atas, mengintegrasikan pupuk organik ini ke dalam praktik berkebun atau bertani dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi lingkungan dan ketahanan pangan.
Baca juga: Cara Membuat Pupuk Serasah, Alat dan Bahan, serta Tips Tambahannya
