Konten dari Pengguna

4 Penyebab Pisang Tidak Matang yang Wajib Diwaspadai

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Penyebab Pisang Tidak Matang. Pexels/Scott Webb
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Penyebab Pisang Tidak Matang. Pexels/Scott Webb

Penyebab pisang tidak matang sering menjadi persoalan dalam proses penyimpanan buah setelah panen.

Buah pisang yang seharusnya matang dengan sendirinya dalam waktu beberapa hari, terkadang justru tetap keras atau berubah warna tanpa mencapai kematangan yang sempurna.

Dikutip dari buku Penanganan Pascapanen Komoditas Hortikultura, Winarno, 2013:133, proses pematangan buah pisang dipengaruhi oleh beberapa kondisi yang berkaitan erat dengan perlakuan pascapanen.

Penyebab Pisang Tidak Matang

Ilustrasi Penyebab Pisang Tidak Matang. Pexels/Matheus Bertelli

Berikut ini adalah empat penyebab pisang tidak matang yang menjadi persoalan dalam proses penyimpanan buah pisang.

1. Dipanen Terlalu Dini

Penyebab pisang tidak matang yang pertama berkaitan dengan waktu panen. Umur panen sangat menentukan keberhasilan pematangan buah tropika.

Jika pisang dipetik terlalu muda sebelum mencapai kematangan fisiologis, buah belum membentuk cukup pati yang nantinya diubah menjadi gula saat proses pematangan berlangsung.

Akibatnya, pisang gagal mengalami perubahan warna, rasa, dan tekstur yang ideal.

2. Rendahnya Paparan Etilen

Penyebab selanjutnya adalah rendahnya paparan terhadap gas etilen. Etilen merupakan senyawa yang secara alami merangsang proses pematangan buah.

Ketika pisang disimpan di tempat yang tidak memiliki sumber etilen atau tidak berdekatan dengan buah-buahan penghasil etilen lainnya seperti apel atau tomat, maka pematangan akan berjalan sangat lambat atau bahkan tidak terjadi.

Dikutip dari buku Teknologi Produksi dan Pascapanen Buah Tropika, Rukmana, 201:87, etilen adalah kunci dalam proses pematangan buah klimakterik seperti pisang.

3. Suhu Penyimpanan Terlalu Dingin

Penyimpanan pisang dalam suhu dingin dapat memperlambat atau bahkan menghentikan proses pematangan. Suhu rendah menyebabkan aktivitas enzim menurun sehingga produksi etilen terganggu.

Suhu optimal untuk pematangan pisang berkisar antara 18–24°C. Jika suhu terlalu rendah, pisang cenderung tetap hijau dan keras.

4. Kulit Pisang Mengalami Luka

Pisang tidak matang juga bisa disebabkan oleh luka atau kerusakan pada kulit buah.

Luka menyebabkan gangguan fisiologis pada jaringan buah dan menghambat sirkulasi udara serta distribusi etilen dalam buah. Luka juga dapat memicu pembusukan sebelum buah sempat matang dengan baik.

Memahami penyebab pisang tidak matang penting dalam menjaga kualitas dan ketepatan waktu konsumsi.

Penanganan pascapanen yang cermat dapat mencegah kegagalan pematangan dan memastikan buah pisang matang sempurna secara alami. (Phonna)

Baca Juga: 4 Cara Menyimpan Bawang Merah agar Awet Jangka Panjang