5 Cara Memberi Makanan Kucing Persia yang Perlu Diketahui

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara memberi makanan kucing Persia perlu memperhatikan beberapa aspek, di antaranya kandungan gizi, usia kucing, selera makan kucing, tanggal kedaluwarsa, serta kredibilitas produk makanan kucing.
Setiap pemilik kucing perlu memperhatikan lima aspek tersebut agar hewan peliharaan dapat makan secara optimal. Selain memberinya makanan, penting juga bagi pemilik untuk memeriksakan kucing kesayangan ke dokter hewan.
5 Cara Memberi Makanan Kucing Persia
Cara memberi makanan kucing Persia merupakan pengetahuan penting bagi setiap pemilik kucing berbulu indah tersebut. Salah satu alasannya karena makanan termasuk sumber nutrisi utama untuk menjaga kesehatan kucing.
Secara umum, ada lima aspek yang perlu diketahui untuk memberi makanan kepada kucing persia:
1. Kandungan Gizi
Cara pertama adalah mengetahui kandungan gizi makanan. Dikutip dari buku Tip Jitu Memelihara 9 Hewan Kesayangan Populer, Redaksi AgroMedia (2010: 28), anakan kucing persia memerlukan makanan dengan kandungan protein minimum 30%, sedangkan kucing dewasa sebesar 25 – 30%.
Selain itu, kucing persia juga membutuhkan vitamin A dan E untuk perkembangan bulu. Jadi, jelas bahwa pemilik harus mengetahui kandungan gizi pada makanan dan vitamin untuk kucing.
2. Usia Kucing
Kucing merupakan makhluk hidup yang juga mengalami pertumbuhan dan perkembangan seperti manusia. Layaknya manusia, kucing pun memiliki kriteria makanan yang sesuai dengan usianya.
Dikutip dari buku Panduan Memelihara Kucing Persia, Susetyo (2008: 66), setelah berumur 4 minggu, kucing bisa diberi pakan berupa pakan kering yang diseduh dengan air panas dan didiamkan selama lima menit.
Selain itu, pemilik kucing dapat melihat rentang usia kucing pada kemasan makanan kucing. Kebanyakan produk makanan kucing biasanya sudah mencantumkan usia secara jelas, misalnya 0 – 1 bulan dan seterusnya.
3. Selera Makan Kucing
Cara ketiga adalah memperhatikan selera makan kucing, yakni jenis makanan (kering atau basah) serta waktu kucing mengeong meminta makan. Pemilik dapat menyelingi makanan kering dan basah selama gizinya sesuai kebutuhan kucing.
Waktu kucing mengeong meminta makan merupakan tanda bahwa kucing tersebut lapar. Setelah mengetahui waktu-waktu tersebut, pemilik bisa menyediakan makanan tersebut pada jam yang sama setiap hari, misalnya pukul 7 pagi, 11 siang, 3 sore (camilan), dan/atau 6 sore.
4. Tanggal Kedaluwarsa
Cara keempat adalah selalu mengecek tanggal kedaluwarsa pada produk makanan kucing. Selain itu, kondisi makanan juga harus selalu diperiksa guna memastikan kesegaran, tekstur, warna, dan aromanya masih sama seperti saat pertama kali beli.
5. Kredibilitas Produk
Cara kelima adalah mengecek kredibilitas produk makanan kucing. Hindari memberikan kucing produk makanan yang tidak memiliki informasi komposisi, tidak memuat kandungan gizi, serta produsen yang tidak jelas.
Baca juga: Urutan Vaksin Kucing Lengkap dari Usia 8 hingga 20 Minggu
Kini, diketahui bahwa cara memberi makanan kucing persia adalah mengetahui kandungan gizi, usia, selera makan, tanggal kedaluwarsa, serta kredibilitas produk. Selain itu, pemilik juga perlu memeriksakan kucing ke dokter hewan untuk memastikan kondisi kesehatannya. (AA)
