5 Cara Merebus Babat agar Empuk dan Tidak Bau, Masakan Rumahan Jadi Lezat

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Cara merebus babat agar empuk dan tidak bau sering menjadi tantangan tersendiri bagi banyak pengolah masakan berbahan jeroan.
Babat yang tidak diolah dengan benar bisa menghasilkan aroma kurang sedap dan tekstur yang keras. Proses pemasakan yang tepat akan membuat babat menjadi lezat serta layak dikonsumsi tanpa meninggalkan rasa getir.
Cara Merebus Babat agar Empuk dan Tidak Bau
Cara merebus babat agar empuk dan tidak bau membutuhkan tahapan pembersihan serta pemasakan yang sistematis dan sabar. Berikut adalah langkah-langkah yang harus diperhatikan, dikutip dari thespruceeats.com.
1. Membersihkan Babat Secara Menyeluruh
Babat harus dibersihkan dari sisa-sisa kotoran, lendir, dan bau amis agar hasil akhirnya tidak beraroma menyengat.
Proses awal dimulai dengan merendam babat dalam air garam selama beberapa menit, lalu digosok menggunakan garam kasar atau batu asahan dapur untuk mengangkat lapisan lendir dan kotoran.
Setelah itu, bilas menggunakan air bersih berulang kali hingga air cucian tidak lagi keruh. Pada babat berjenis honeycomb, gunakan sikat gigi bersih untuk membersihkan sela-sela permukaannya yang berongga.
2. Merendam dengan Cuka dan Air Jeruk Nipis
Setelah dicuci, babat bisa direndam dengan campuran air cuka atau air perasan jeruk nipis selama 15–20 menit untuk membantu menetralisir bau khas jeroan.
Asam dari cuka dan jeruk membantu mengurai sisa lendir serta mempercepat proses pembersihan aroma tak sedap yang melekat.
Setelah direndam, babat perlu dibilas kembali menggunakan air mengalir sampai tidak ada lagi bau asam yang menempel. Tahap ini juga membantu menjaga warna babat agar tetap cerah dan tidak kusam setelah direbus.
3. Merebus Babat Dua Kali dengan Air Berbeda
Langkah penting selanjutnya adalah merebus babat dalam air mendidih yang diberi garam selama kurang lebih 10 menit, lalu buang air rebusannya.
Rebusan pertama ini berfungsi untuk mengangkat sisa-sisa kotoran dan zat kimia yang mungkin masih tertinggal, terutama jika menggunakan babat yang telah melalui proses bleaching.
Setelah direbus, bilas kembali dengan air dingin agar tekstur babat tidak langsung menjadi lembek dan tetap mudah dipotong sebelum dimasak lebih lanjut.
4. Memasak dengan Rempah Aromatik
Pada tahap perebusan akhir, babat dimasukkan ke dalam panci berisi air bersih bersama bahan-bahan aromatik seperti daun salam, jahe, lengkuas, serai, dan bawang putih geprek.
Rebus babat dengan api kecil selama 1,5 hingga 2 jam hingga teksturnya empuk dan meresap aroma rempah. Penggunaan api kecil membuat jaringan serat babat menjadi lembut perlahan tanpa hancur atau sobek.
Selain itu, rempah-rempah juga berperan besar dalam menghilangkan bau sisa dan memberikan rasa gurih alami.
5. Memotong Babat Setelah Direbus Sebagian
Babat yang telah melalui proses parboil atau setengah matang akan lebih mudah dipotong sesuai bentuk yang diinginkan.
Pemotongan dilakukan sebelum babat terlalu empuk agar bentuknya tetap terjaga saat dimasak lanjut seperti untuk tumisan atau sup.
Jika babat dipotong setelah benar-benar empuk, risiko sobek atau hancur saat pengolahan akan lebih tinggi. Dengan memotong lebih awal, proses pemasakan selanjutnya menjadi lebih singkat dan hasil masakan tampak lebih rapi.
Itulah cara merebus babat agar empuk dan tidak bau yang membutuhkan kesabaran serta ketelitian dalam setiap tahapnya. Hasil akhirnya akan terasa memuaskan jika semua langkah dilakukan secara cermat. (Suci)
Baca Juga: Cara Merebus Ayam Fillet agar Empuk dan Tidak Hancur
