5 Cara Pengendalian Gulma pada Tanaman Jagung

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Supaya jagung bisa tumbuh dengan baik, petani harus tahu bagaimana cara pengendalian gulma pada tanaman jagung. Pasalnya, gulma merupakan salah satu penyebab jagung gagal tumbuh paling umum.
Dikutip dari buku Teknologi Pengendalian Gulma, Eko Widaryanto, dkk (2021: 37), dijelaskan bahwa tanaman jagung harus bebas dari gulma sekitar 34 hari setelah masa tanam atau sampai muncul 6-8 helai daun.
Cara Pengendalian Gulma pada Tanaman Jagung
Para petani jagung wajib memperhatikan cara pengendalian gulma pada tanaman jagung dengan tepat supaya pertumbuhannya tidak sampai terganggu, terutama di masa-masa awal tanam. Jika ingin mengetahui caranya, perhatikan hal-hal berikut ini.
1. Menggunakan Herbisida
Herbisida merupakan bahan kimia yang umum digunakan untuk mengendalikan, memusnahkan, atau menghambat pertumbuhan gulma. Jenis herbisida yang biasa digunakan oleh petani jagung yaitu:
Gramoxone untuk gulma berumur 40 hst ke atas
Calaris untuk gulma berumur 5–21 hari setelah tanam (hst)
Lindomin 865 SL herbisida sistemik purna tumbuh
Convey Complete 310 SC herbisida selektif jagung
2. Penyiangan
Proses penyiangan dapat dilakukan setelah penyemprotan herbisida. Penyiangan pertama sebaiknya dilakukan saat tanaman jagung berumur empat minggu setelah masa tanam.
3. Pengolahan tanah
Sebelum ditanami, olah tanah menggunakan perlengkapan pendukung, mulai dari cangkul, garu, bajak, atau traktor. Tujuannya adalah untuk menggemburkan tanah, menghilangkan kotoran, sampah, serta gulma di sekitar tanaman jagung.
4. Pengendalian terpadu
Maksud dari pengendalian terpadu adalah mengendalikan gulma dengan memadukan beberapa cara, seperti pengendalian mekanik dengan pengolahan tanah sebelum tanam dan pengendalian kimiawi menggunakan herbisida yang aman bagi lingkungan.
5. Pemantauan
Perlu diketahui, meski sudah diberi herbisida maupun disiangi, tetapi gulma tetap bisa tumbuh seiring berjalannya waktu. lakukan pemantauan gulma secara berkala.
Pemantauan sendiri juga bisa dilakukan sebelum masa tanam dengan cara survei dan mengidentifikasi gulma di lahan yang akan ditanami jagung.
Demikianlah pembahasan mengenai cara pengendalian gulma pada tanaman jagung. Petani jagung jangan sampai melewatkannya jika tidak ingin pertumbuhan tanaman jagungnya terhambat.
Baca juga: Cara Pemakaian Pupuk Eco Farming untuk Jagung dengan Efektif
