5 Ciri Arwana Stress dan Cara Memperlakukannya

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Arwana yang stress tentu berbahaya bagi kelangsungan hidup ikan tersebut. Pemilik perlu awas terhadap ciri arwana stress yang mungkin dialami oleh ikan peliharaan tersebut.
Artikel ini akan mengulas lebih lanjut tentang ciri arwana stress dan cara memperlakukan yang tepat agar kembali sehat.
Ciri Arwana Stress
Penting bagi pemilik untuk merawat arwana dengan baik dan benar untuk memastikan pertumbuhan dan kesehatan ikan tersebut. Salah satunya adalah menjauhkannya dari stress yang bisa mengundang berbagai penyakit.
Arwana yang stress bisa berkembang menjadi berbagai penyakit, salah satunya adalah gigit ekor atau tail bite disease seperti yang ditulis dalam buku A-Z Merawat Arwana karya Stephen Suryaatmadja.
Stress diduga merupakan penyebab utama ikan arwana menggigit ekornya yang biasanya disebabkan oleh lingkungan hidupnya.
Oleh karena itu, pemilik perlu mengetahui beberapa ciri arwana stress agar bisa segera diantisipasi dengan tepat. Berikut adalah cirinya menurut buku Memelihara Arwana si Ikan Naga karya Sriyadi, antara lain:
1. Agresif
Ikan arwana stress bisa meloncat dari dalam akuarium sehingga dapat melukai mulutnya saat terbentur dengan tutup akuarium. Penyebab ikan arwana agresif terutama adalah kondisi tempat tinggal yang tidak nyaman.
2. Pasif
Ikan arwana stress juga bisa menunjukkan gejala kebalikan dengan menjadi sangat pasif. Ikan akan berdiam diri di salah satu sisi akuarium, biasanya karena kesepian atau terganggu dengan kehadiran ikan atau aksesoris akuarium.
3. Nafsu Makan Berkurang
Arwana yang stress akan ditunjukkan juga dengan hilangnya nafsu makan. Banyak penyebab yang mungkin memengaruhi, seperti bosan dengan pakan atau akuarium kotor.
4. Mudah Kaget
Ikan arwana yang kaget biasanya ditunjukkan dengan berenang tiba-tiba hingga menabrak kaca akuarium. Hal ini biasanya terjadi sebab kadar oksigen di dalam akuarium yang berkurang.
5. Berenang Tidak Teratur
Ikan yang stress akan berenang dengan tidak teratur dan tidak terarah dalam akuarium. Selain itu, ikan akan berenang di permukaan air, membuka dan menutup mulut dengan cepat, serta mulut lebih mengembang dari biasanya.
Ketika ikan arwana sedang stress, pemilik perlu segera mencari tahu penyebab utamanya. Kalau penyebabnya adalah kebersihan akuarium, maka perlu dilakukan pembersihan.
Pastikan seluruh perangkat akuarium bekerja dengan optimal dan kondisi dalam akuarium juga tepat bagi arwana. Selain itu, pastikan juga kondisi ikan lain dan aksesoris di dalamnya.
Kalau penyebab stres adalah tentang pakan, segera ganti dengan pakan lain atau berikan pakan ekstra yang bisa menjadi selingan.
Demikian adalah artikel mengenai ciri arwana stres dan cara memperlakukannya dengan tepat agar kembali sehat. (SP)
