Konten dari Pengguna

5 Penyebab Adonan Molen Pecah yang Wajib Dihindari

Seputar Hobi

Seputar Hobi

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi penyebab adonan molen pecah. Foto: Mufid Majnun / Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penyebab adonan molen pecah. Foto: Mufid Majnun / Pixabay

Banyak faktor bisa menjadi penyebab adonan molen pecah saat digoreng. Salah satunya adalah teknik pengolahan dan pemilihan bahan yang kurang tepat. Dengan begitu akan membuat tekstur kulit molen mudah retak saat terkena suhu tinggi saat digoreng.

Menurut buku Sukses Wirausaha Jajanan Favorit, Budi Sutomo, (2008:77), tips agar adonan molen tidak terlalu kering adalah dengan menambahkan sedikit air supaya tidak pecah. Sedangkan, agar adonan tidak lengket taburkan sedikit tepung terigu di atas adonan.

Penyebab Adonan Molen Pecah

Ilustrasi penyebab adonan molen pecah. Foto: Congerdesign / Pixabay

Untuk menghasilkan molen yang renyah dan tidak rusak, penting memahami penyebab adonan molen pecah. Kesalahan kecil saat mencampur atau menggiling bisa berdampak besar pada hasil akhirnya. Berikut penjelasannya.

1. Adonan Terlalu Kering

Tekstur adonan yang terlalu kering bisa membuat permukaannya menjadi mudah retak ketika digulung, sehingga kulit molen sulit menempel serta berisiko pecah saat melakukan proses penggorengan, terutama apabila terkena suhu tinggi pada waktu yang lama.

2. Pengulenan Tidak Merata

Pengulenan yang tidak merata membuat ketebalan adonan tidak konsisten. Bagian yang terlalu tipis lebih mudah pecah saat digulung dan digoreng karena tidak mampu menahan tekanan serta panas yang tinggi secara merata selama proses memasak.

3. Kurangnya Istirahat Adonan

Adonan yang tidak didiamkan terlebih dahulu akan sulit untuk dibentuk serta kaku. Keadaan ini menyebabkan adonan tidak lentur, sehingga akan rentan retak saat digulung. Inilah salah satu penyebab adonan molen pecah saat proses pembuatan berlangsung.

4. Ketebalan Kulit Tidak Konsisten

Ukuran dari ketebalan kulit molen harus dijaga supaya matangnya secara merata.

Kulit yang terlalu tebal sulit matang sempurna di dalam, sedangkan yang terlalu tipis mudah robek saat digulung atau pecah saat digoreng. Hal ini adalah salah satu penyebab mengapa adonan molen menjadi pecah.

5. Suhu Minyak Terlalu Tinggi

Temperatur minyak yang terlalu panas membuat adonan molen akan cepat mengembang secara tidak merata. Akibatnya, tekanan udara di dalam adonan meningkat tajam dan menyebabkan pecah mendadak saat digoreng.

Mengendalikan suhu minyak begitu penting agar camilan ini matang secara merata tanpa merusak struktur dari kulitnya.

Itulah lima penyebab adonan molen pecah yang sering terjadi dalam proses pembuatan. Memahami berbagai penyebab pecahnya adonan molen, hasil molen menjadi lebih sempurna.

Pastikan setiap langkah dilakukan dengan benar agar tidak mengalami penyebab adonan molen pecah yang merugikan. (NOV)

Baca juga: 7 Tips Menggoreng Kentang Spiral agar Renyah dan Kriuk