6 Cara Panen Padi yang Benar untuk Hasil Panen yang Optimal

Artikel yang membahas seputar hobi seperti menggambar, memelihara tanaman, hewan peliharaan, hingga meracik kopi.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Seputar Hobi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Panen padi merupakan momen yang dinantikan para petani. Sukses tidaknya panen sangat bergantung pada berbagai faktor, salah satunya adalah cara panen padi yang tepat.
Panen yang dilakukan dengan benar akan menghasilkan gabah berkualitas tinggi dan meminimalkan kehilangan hasil.
Dikutip dari laman data.purwakartakab.go.id, panen tanaman padi adalah pemungutan atau pemetikan hasil tanaman padi baik yang ada pada lahan sawah maupun yang ada pada lahan kering.
Cara Memanen Padi yang Benar
Setelah memastikan padi siap panen, berikut adalah langkah-langkah panen yang perlu dilakukan:
1. Persiapan Alat
Siapkan alat-alat yang dibutuhkan seperti sabit, ani-ani, keranjang, terpal, dan alat perontok padi.
2. Potong Batang Padi
Potong batang padi secara hati-hati, usahakan tidak merusak malai. Potongan batang padi bisa dilakukan dengan cara potong atas, potong tengah, atau potong bawah, tergantung pada jenis alat perontok yang digunakan.
3. Pengumpulan Padi
Kumpulkan batang padi yang sudah dipotong pada keranjang atau terpal.
4. Perontokan
Lakukan perontokan untuk memisahkan bulir padi dari batangnya. Perontokan bisa dilakukan secara manual atau menggunakan alat perontok padi.
5. Pengeringan
Setelah dipisahkan dari batangnya, gabah perlu dikeringkan hingga kadar airnya mencapai 14% atau sesuai standar. Pengeringan bisa dilakukan dengan cara dijemur di bawah sinar matahari atau menggunakan mesin pengering.
6. Penyimpanan
Gabah kering kemudian disimpan di tempat yang bersih, kering, dan aman dari serangan hama.
Tips Tambahan
Perhatikan beberapa tips tambahan berikut ini.
Panen saat cuaca cerah: Hindari panen saat cuaca hujan atau lembab karena dapat menyebabkan gabah menjadi basah dan berjamur.
Kerjakan dengan hati-hati: Bekerja dengan hati-hati saat memanen dan merontokkan padi agar tidak merusak bulir padi.
Lakukan seleksi: Pisahkan gabah yang berkualitas baik dengan yang rusak atau terserang hama.
Ciri-Ciri Padi Siap Panen
Waktu panen yang tepat sangat krusial. Tanda-tanda padi siap panen antara lain:
90-95% gabah sudah menguning: Warna kuning pada gabah menandakan bahwa proses pemasakan sudah cukup.
Daun bendera mengering: Daun bendera adalah daun terakhir yang muncul pada tanaman padi. Jika daun ini sudah mengering, itu artinya tanaman sudah cukup umur.
Usia malai optimal: Umur malai yang ideal untuk panen adalah sekitar 30-35 hari setelah berbunga.
Kadar air gabah: Kadar air gabah yang ideal untuk panen berkisar antara 21-26%. Jika kadar air terlalu tinggi, gabah mudah rusak dan rentan terhadap serangan hama.
Kerontokan gabah: Kerontokan gabah yang wajar saat panen adalah sekitar 16-30%. Kerontokan yang terlalu tinggi dapat mengurangi hasil panen.
Dengan menerapkan cara panen padi yang benar, diharapkan hasil panen padi dapat lebih optimal dan kualitas gabah yang dihasilkan pun lebih baik. (Pau)
Baca juga: 3 Ciri Sorgum Siap Panen, Panduan Lengkap untuk Petani
